IndonesiaBuzz: Wonogiri, 1 Agustus 2025 – Di balik keindahan perbukitan Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, berdiri megah sebuah destinasi wisata alam yang kian mencuri perhatian: Puncak Joglo.
Terletak di ketinggian dengan panorama menawan Waduk Gajah Mungkur dan perbukitan sekitarnya, tempat ini menjelma menjadi salah satu magnet utama pariwisata di Kabupaten Wonogiri.
Sejak dikelola oleh BUMDes Sendang Pinilih pada tahun 2005, Puncak Joglo terus berkembang pesat. Peresmiannya bahkan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah kala itu. Kini, kawasan ini tak hanya menyuguhkan pemandangan matahari terbenam yang memukau, tetapi juga menjadi lokasi berbagai aktivitas olahraga dirgantara seperti paralayang dan gantole, hingga lintasan downhill yang menantang bagi pencinta sepeda ekstrem.
Dalam wawancara bersama Indonesiabuzz pada Jumat (1/8/2025), Besur, penjaga tiket Puncak Joglo, mengungkapkan bahwa pengelolaan tempat ini sepenuhnya berada di bawah kendali BUMDes sejak awal berdiri.
Tempat wisata ini dikelola oleh BUMDes Desa Sendang Pinilih sejak tahun 2005. Tidak hanya Puncak Joglo, kami juga mengelola wisata Watu Cenik dan Soko Langit yang lokasinya tidak jauh dari sini,” tutur Besur.
Ia juga menambahkan bahwa Puncak Joglo kerap menjadi pilihan favorit anak-anak muda untuk berkemah.
“Beberapa waktu lalu ada sekitar 40 orang yang camping bermalam di sini. Mereka menyewa tenda dari kami, karena memang kami sediakan fasilitasnya,” imbuhnya.
BUMDes Sendang Pinilih tidak hanya fokus pada pariwisata, tetapi juga menjalankan layanan masyarakat seperti pembayaran PDAM, listrik, serta penjualan pulsa. Dari sisi promosi, strategi digital mereka melalui media sosial, website, dan media cetak dinilai berhasil memperluas jangkauan dan memperkuat branding Puncak Joglo sebagai destinasi unggulan.
Keberhasilan Puncak Joglo mencerminkan bagaimana peran aktif BUMDes dapat menggerakkan roda perekonomian desa melalui sektor pariwisata. Dengan pengelolaan yang profesional dan kolaborasi masyarakat yang solid, Puncak Joglo tak hanya menjadi tempat liburan, tetapi juga simbol kemajuan desa berbasis kemandirian ekonomi.(Yudi S/Koresponden Wonogiri)
