IndonesiaBuzz: Yogyakarta, 4 Juli 2025 – Di tengah diskriminasi sosial yang masih kerap dialami oleh kaum waria, Yayasan Kebaya Yogyakarta terus memainkan peran penting dalam pemberdayaan komunitas tersebut. Sejak berdiri pada tahun 2007, yayasan ini secara konsisten mengembangkan program terpadu yang mencakup pelatihan ekonomi, pendampingan kesehatan, dan advokasi hak-hak sipil bagi kaum waria di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Yayasan Kebaya dikenal sebagai salah satu organisasi pelopor dalam pemberdayaan komunitas waria di Indonesia. Melalui pendekatan yang inklusif dan partisipatif, yayasan ini memberikan ruang aman bagi para anggotanya untuk belajar, berkembang, dan memperjuangkan hak-hak mereka sebagai warga negara.
Salah satu fokus utama yayasan adalah bidang ekonomi. Para anggota diberi pelatihan keterampilan praktis seperti berkebun, pemasaran, pengemasan produk, hingga manajemen usaha kecil. Program ini bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi dan membuka akses terhadap peluang usaha di sektor formal dan informal.
“Kami ingin para anggota tidak lagi bergantung pada pekerjaan berisiko seperti mengamen. Mereka dibekali keterampilan agar mampu membuka usaha sendiri,” ujar Arumce, Koordinator Lapangan Yayasan Kebaya.
Selain bidang ekonomi dan kesehatan, Yayasan Kebaya juga berperan aktif dalam advokasi hak sipil. Salah satu capaian penting yayasan ini adalah mendorong kepemilikan KTP bagi kaum waria, yang sebelumnya kerap mengalami hambatan administratif akibat stigma dan diskriminasi.
“Selama pandemi, kami bersama komunitas dari Semarang, Bandung, dan Surabaya mengajukan permohonan langsung ke Ditjen Dukcapil di Jakarta. Hasilnya, banyak anggota kami yang kini sudah memiliki KTP,” jelas Arumce.
Di sisi lain, yayasan juga aktif memberikan edukasi terkait isu kesehatan, khususnya HIV/AIDS yang masih menjadi ancaman serius bagi komunitas waria. Melalui penyuluhan rutin dan konseling, yayasan mendorong para anggota untuk rutin memeriksakan diri dan menjaga kesehatan reproduksi.
“Kami juga bantu fasilitasi kepemilikan BPJS agar mereka bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis. Jika ada yang kesulitan, pembiayaan kami bantu melalui dana dari lembaga donor,” kata Yetti Rumaropen, Pengurus Divisi Pengembangan Usaha dan Coaching.
Yayasan yang beralamat di Jalan Gowongan Lor No.148, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta ini menjalankan aktivitasnya melalui pertemuan rutin, pelatihan kelompok, dan pendampingan langsung ke rumah anggota. Komunikasi antara pengurus dan anggota dibangun secara terbuka dan partisipatif.
Pendekatan Yayasan ini bersifat kekeluargaan Kami tidak hanya memberi arahan, tapi juga mendengarkan aspirasi anggota. Itu yang membuat mereka merasa dihargai dan percaya diri.
Yayasan Kebaya kini menjadi contoh nyata bagaimana komunitas rentan dapat bangkit jika diberi ruang, akses, dan pendampingan yang tepat. Dengan pendekatan yang menyeluruh, yayasan ini terus berupaya meningkatkan kualitas hidup kaum waria serta memperjuangkan hak-hak dasar mereka sebagai warga negara. Dimas PP/ Koresponden Yogyakarta




