Indonesiabuzz.com : Jateng, 23 Juni 2025 – Seorang lelaki bejat di Sragen, Jawa Tengah, berinisial A (38) dengan tega memperkosa anak tirinya yang masih dibawah umur. Anak tirinya tersebut diperkosa hingga akhirnya hamil 7 bulan.
Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi mengungkapkan bahwa peristiwa biadab tersebut terjadi di kamar rumah pelaku di wilayah Kabupaten Sragen pada Selasa (5/11/2024).
“Modus operandi yang dilakukan pelaku adalah dengan melakukan tipu muslihat, membujuk, dan merayu korban yang merupakan anak tirinya sendiri,” kata Petrus.
Kelakuan tersangka terbongkar setelah ibu kandung korban curiga pada tingkah laku anaknya. Korban kemudian diperiksakan ke puskesmas pada Kamis (5/6/2025) lalu.
“Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa (korban) tengah hamil dengan usia kandungan 7 bulan,” ungkap Petrus.
Pihak Puskesmas kemudian menginformasikan hal itu ke tokoh masyarakat setempat, yang kemudian diteruskan ke Dinas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sragen. P2TP2A Sragen lalu melapor ke Polres Sragen.
“Pelaku, A (38) telah diamankan pada Jumat, 20 Juni 2025. Setelah sebelumnya dilaporkan oleh P2TP2A Sragen,” pungkas Petrus.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 ayat (3) Jo 76E Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, atau Pasal 82 ayat (2) Jo 76E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. (Ananda-Red)





