Saturday, October 24, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Sudut Pandang Celoteh

Dididik untuk Taat, Bukan Bertanya Mengapa Sekolah Membentuk Kita Jadi Pasif?

by Jeje
June 15, 2025
Reading Time: 2 mins read
Dididik untuk Taat, Bukan Bertanya Mengapa Sekolah Membentuk Kita Jadi Pasif?

Ilustrasi di kelas saat mendengarkan ( Foto : Ilustrasi )

IndonesiaBuzz: Celoteh — Dalam sistem pendidikan yang telah berlangsung puluhan tahun, kita dibentuk untuk patuh, bukan kritis. Di kelas, siswa yang banyak bertanya sering dianggap mengganggu. Sementara mereka yang diam dan mengikuti instruksi tanpa protes justru dipuji sebagai “murid teladan”. Maka, jangan heran bila budaya diam begitu kuat mengakar di tengah masyarakat kita hari ini Sistem yang Mengutamakan Kepatuhan

Dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, pola pengajaran yang dominan masih bersifat satu arah. Guru berbicara, murid mendengarkan. Pertanyaan dianggap tantangan, bukan tanda keingintahuan. Ini menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak memberi ruang bagi eksplorasi gagasan atau kritik konstruktif.

Menurut pakar pendidikan Prof. Dini Arisanti, pendekatan ini sudah usang. “Pendidikan seharusnya menumbuhkan rasa ingin tahu, bukan mematikannya. Anak-anak yang banyak bertanya justru menunjukkan proses berpikir aktif,” jelasnyaDiam Bukan Emas, Tapi Warisan

Budaya diam tidak terbentuk dalam semalam. Ia diwariskan dari sistem kolonial yang menuntut kepatuhan mutlak. Sekolah, pada masa itu, dirancang untuk mencetak tenaga kerja patuh, bukan pemikir kritis. Sayangnya, pola ini masih terbawa hingga sekarang, hanya berganti bentuk yang lebih modern.

BeritaTerkait

Makan Gratis Jadi Petaka, Program Makan Sehat Malah Diet Keracunan

DPR Menjoget, Rakyat Turun ke Jalan

Di ruang kelas masa kini, siswa masih sering dipaksa menghafal, bukan memahami. Ujian masih mengukur kemampuan mengingat, bukan menalar. Akibatnya, lulusan sekolah kerap ragu menyuarakan pendapat, takut salah, atau lebih buruk lagi—tidak merasa perlu bertanyaDampak Sosial: Masyarakat yang Takut Bersuara

Tak heran jika dalam dunia kerja, politik, bahkan media sosial, banyak dari kita memilih diam saat melihat ketidakadilan. Kita dibentuk sedari kecil untuk tidak menggugat. Kita dilatih untuk menerima, bukan menantang. Dan ini berbahaya.

Budaya diam menciptakan ruang yang nyaman bagi penyalahgunaan kekuasaan. Ketika kritik dibungkam sejak dini, reformasi jadi mustahil. Perubahan besar selalu dimulai dari pertanyaan-pertanyaan kecil yang berani diajukanHarapan Baru: Sekolah Sebagai Ruang Diskusi

Meski tantangan masih besar, harapan tetap ada. Kini mulai bermunculan sekolah-sekolah alternatif yang mendorong diskusi terbuka dan berpikir kritis. Kurikulum Merdeka yang diperkenalkan pemerintah pun membawa angin segar, meski implementasinya belum merata.

Kita butuh lebih banyak ruang belajar yang merayakan pertanyaan, bukan hanya jawaban. Sebab di balik setiap pertanyaan, ada peluang untuk tumbuh, memahami, dan menciptakan perubahan.

Tags: budaya diam di sekolahpendidikan tanpa berpikir kritisreformasi pendidikan nasionalsistem pendidikan Indonesiasiswa takut bertanya
Share222SendScan

Trending

Asintel Panglima TNI Pimpin Pertemuan CTIF di Singapura, Perkuat Kerja Sama Intelijen Antiterorisme
Uncategorized

Asintel Panglima TNI Pimpin Pertemuan CTIF di Singapura, Perkuat Kerja Sama Intelijen Antiterorisme

2 hours ago
Kecelakaan Beruntun di Panglima Polim Jaksel, Pengemudi Ojol Terlindas Mobil Taksi Online
Peristiwa

Kecelakaan Beruntun di Panglima Polim Jaksel, Pengemudi Ojol Terlindas Mobil Taksi Online

5 hours ago
Harga Emas Dunia Anjlok ke Bawah US$ 4.000 per Ons, Tertekan Inflasi dan Prospek Suku Bunga AS
Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Dunia Anjlok ke Bawah US$ 4.000 per Ons, Tertekan Inflasi dan Prospek Suku Bunga AS

7 hours ago
Bupati Setyo Sukarno Dikukuhkan, Pramuka Wonogiri Siapkan Penguatan Pembinaan Generasi Muda 2026-2031
News

Bupati Setyo Sukarno Dikukuhkan, Pramuka Wonogiri Siapkan Penguatan Pembinaan Generasi Muda 2026-2031

8 hours ago
Polda Jateng Tanam 1.000 Mangrove di Batang, Perkuat Upaya Hadapi Abrasi dan Banjir Rob
News

Polda Jateng Tanam 1.000 Mangrove di Batang, Perkuat Upaya Hadapi Abrasi dan Banjir Rob

8 hours ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

Asintel Panglima TNI Pimpin Pertemuan CTIF di Singapura, Perkuat Kerja Sama Intelijen Antiterorisme

Asintel Panglima TNI Pimpin Pertemuan CTIF di Singapura, Perkuat Kerja Sama Intelijen Antiterorisme

October 24, 2026
Kecelakaan Beruntun di Panglima Polim Jaksel, Pengemudi Ojol Terlindas Mobil Taksi Online

Kecelakaan Beruntun di Panglima Polim Jaksel, Pengemudi Ojol Terlindas Mobil Taksi Online

October 24, 2026

TERPOPULER

Gerindra Ngawi Pasang Target Menang Pilkada 2029, Bidik Kursi Bupati

Kurang dari 24 Jam, Polres Ngawi Ungkap Pencurian Loker Kasir Warung Seafood Mawardi

Pria 64 Tahun Ditemukan Meninggal di Persawahan Rejomulyo Madiun, Polisi Lakukan Pemeriksaan

Chord Gitar dan Lirik Mangu – Fourtwnty ft Charita Utami

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In