IndonesiaBuzz: Jakarta, 14 Juni 2024 – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDI Perjuangan (PDIP) Bambang Wuryanto, yang akrab disapa Bambang Pacul, menanggapi isu dugaan dukungan terhadap Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol. Ahmad Luthfi dalam Pilgub Jateng 2024. PDIP menyatakan siap menghadapi siapapun calon gubernur yang akan maju dalam Pilgub Jateng nanti.
“Jadi kalau orang masuk ke ring pertandingan itu kan hanya ada dua saja kemungkinannya, mau menang atau kalah,” kata Bambang Pacul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2024).
Bambang Pacul menegaskan bahwa PDIP siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi dalam Pilkada Jateng 2024. “Tapi dalam Pilkada kan enggak ada draw. Nanti kalau draw bisa PSU atau apa gitu, kalau kalah dan menang itu di dalam setiap pertandingan biasa saja,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah mempertanyakan soal kebenaran dukungan Presiden Jokowi kepada Kapolda Jateng, Irjen Ahmad Luthfi, untuk maju dalam Pilgub Jateng 2024. Basarah meminta klarifikasi atas isu tersebut.
“Apakah benar Presiden Jokowi menyokong Ahmad Luthfi untuk mengikuti kontestasi Pilkada 2024 serentak. Kalian bilang Pak Jokowi mengusung. Ada pernyataan resminya, enggak,” ujar Basarah di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (8/6/2024).
Basarah menilai jika benar adanya dukungan dari Presiden Jokowi, sikap tersebut dianggap tidak pantas mengingat Jokowi adalah kepala negara yang semestinya bersikap netral. Ia menekankan bahwa kepala negara harus mengayomi dan melindungi semua kepentingan rakyat Indonesia termasuk yang bergabung dalam partai politik, bukan hanya kepentingan tertentu.
“Maka kalau pertanyaannya adalah ada sokongan dari Pak Jokowi, maka harus dikonfirmasi dulu, benar kah ada pernyataan resmi dari Pak Jokowi untuk mengusung cagub di Jateng,” tutur Ketua DPP PDIP itu. “Kalau beliau menyatakan itu sebagai presiden RI, tentu tidak sesuai dengan kapasitas beliau sebagai kepala negara,” sambung Basarah.
PDIP menunjukkan kesiapan mereka menghadapi berbagai dinamika politik yang akan terjadi menjelang Pilgub Jateng 2024, sekaligus mengingatkan pentingnya netralitas dalam kontestasi politik.







