IndonesiaBuzz: Jakarta, 10 Mei 2024 – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) membuka tabir terkait penyebab banyaknya pabrik di Jawa Barat yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan. Menurut data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), periode Januari-Maret 2024 mencatat sebanyak 2.650 pekerja yang terdampak PHK di Jawa Barat.
Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani, menjelaskan bahwa mayoritas pabrik yang tutup bergerak di sektor padat karya, khususnya tekstil dan garmen. Hal ini diungkapkan Shinta di Kantor DPN Apindo, Jakarta Selatan.
Shinta menambahkan bahwa banyak pengusaha memilih untuk memindahkan pabrik mereka ke wilayah lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, karena upah minimum provinsi (UMP) yang lebih rendah.
Pentingnya perhitungan cost of doing business atau biaya bisnis menjadi faktor utama yang harus diperhatikan oleh pengusaha. Salah satu faktor utamanya adalah biaya tenaga kerja atau labour cost. Di samping itu, peningkatan produktivitas juga menjadi elemen penting dalam menjaga keberlangsungan usaha.
Meskipun demikian, banyak faktor lain yang juga mempengaruhi kelangsungan usaha di suatu daerah, seperti ketersediaan bahan baku.
Shinta menegaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini, meskipun dihadapkan pada tantangan seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan suku bunga, tidak akan seburuk saat pandemi Covid-19. Namun, sektor tekstil dan garmen tetap menjadi yang paling terpengaruh.
Apindo berusaha membantu para pengusaha agar tidak melakukan PHK dan menjaga kondusivitas iklim usaha. Mereka juga menyoroti peningkatan pengangguran di Indonesia yang berpotensi memberikan dampak yang lebih luas. @cinde







