IndonesiaBuzz: Jakarta, 4 Mei 2024 – Presiden Joko Widodo menyatakan dukungannya terhadap rencana pembentukan sebuah “presidential club”, yang diusulkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto. Klub ini direncanakan sebagai wadah bagi para mantan kepala negara Indonesia untuk bertemu dan berdiskusi mengenai berbagai masalah kebangsaan.
Menurut Jokowi, kehadiran forum semacam ini akan sangat bermanfaat sebagai sumber masukan bagi pemerintahan yang baru. “Bagus, bagus, bagus. Ya, (pertemuannya) dua hari sekali ya enggak apa-apa,” ucap Jokowi dengan semangat, seusai mengunjungi sebuah pameran kendaraan listrik di JIEXpo, Kemayoran, Jumat (3/5/2024).
Namun, Jokowi juga menegaskan bahwa meskipun para mantan presiden akan memiliki kesempatan untuk memberikan saran dan masukan, tidak berarti mereka dapat ikut campur dalam kebijakan pemerintahan secara langsung, seperti dalam pembentukan kabinet. “Kabinet itu 100 persen hak prerogatif presiden. Kalau usul-usul boleh, tapi hak penuh presiden terpilih. Kalau minta saran bisa, tapi kalau tidak diminta saran, ikut-ikutan nimbrung itu yang enggak boleh,” tegas Jokowi.
Inisiatif ini dilontarkan oleh Dahnil Azhar Simanjuntak, juru bicara Prabowo Subianto. Menurut Dahnil, Prabowo mengharapkan agar presiden ke-5 RI, presiden ke-6 RI, dan presiden ke-7 RI bisa tetap rutin bertemu dan berdiskusi. Selain itu, Prabowo berharap agar para pemimpin Indonesia, meskipun memiliki perbedaan pandangan dan sikap politik, dapat tetap kompak dan rukun demi kepentingan rakyat.
Rencana pembentukan “presidential club” ini diharapkan tidak hanya akan menjadi forum diskusi, tetapi juga sebagai simbol kesatuan dan kebersamaan antar generasi kepemimpinan bangsa, dalam upaya bersama memajukan Indonesia.







