IndonesiaBuzz: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa sistem keuangan Indonesia tetap stabil meskipun terjadi perang kata-kata antara Iran dan Israel. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, Aman Santosa, menyatakan hal ini setelah melaksanakan Rapat Dewan Komisioner Mingguan yang membahas dampak konflik tersebut.
Menurut Aman, sektor jasa keuangan di Indonesia memiliki fondasi yang kuat, likuiditas yang cukup, dan risiko yang bisa dikelola dengan baik. Hal ini membuatnya mampu menghadapi ketegangan geopolitik global yang semakin meningkat.
Meskipun demikian, OJK tetap memantau perkembangan terbaru di Timur Tengah dan dampaknya terhadap kinerja sistem keuangan nasional ke depan. Namun, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap terjaga dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi terkendali, surplus neraca perdagangan, dan cadangan devisa yang mencukupi.
OJK juga menyatakan bahwa eksposur Lembaga Jasa Keuangan (LJK) terhadap Timur Tengah relatif terbatas, sehingga risiko langsung terhadap konflik tersebut juga terbatas. Meskipun demikian, OJK akan terus memantau risiko pasar dan memberikan perhatian khusus pada sektor-sektor yang mungkin terpengaruh.
Konflik antara Iran dan Israel telah mencuat setelah serangan Israel terhadap kantor konsulat Iran di Damaskus, Suriah, yang menewaskan beberapa petinggi Garda Korps Revolusi Iran. Iran membalas dengan mengirim ratusan drone ke Israel, mengklaim aksinya sebagai perlawanan terhadap tindakan Israel di Palestina.
OJK mengimbau Lembaga Jasa Keuangan untuk aktif mengevaluasi potensi dampak dari perkembangan ekonomi global dan domestik serta menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia.@cinde







