IndonesiaBuzz: Yogyakarta, 11 Maret 2024 – Orang tua dihimbau untuk memperkenalkan konsep puasa kepada anak sejak usia dini dengan memanfaatkan kiat dan pendekatan yang efektif. Anak-anak dapat mulai berpuasa sekitar usia 7 tahun, meskipun mungkin belum secara penuh mengikuti seluruh durasi puasa.
Berikut beberapa kiat melatih anak berpuasa yang direkomendasikan:
1. Berdiskusi dengan Anak
Psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Novi Poespita Candra, menyarankan orang tua untuk mendiskusikan makna puasa dengan anak-anak. Pemahaman yang baik dapat dibangun melalui dialog dan penjelasan mengapa puasa penting dilakukan. “Mendiskusikan terlebih dahulu dengan anak kita mengapa puasa itu harus dilakukan. Pemahaman pada anak akan terjadi bukan dengan menasIhati atau mendoktrin,” ujar Novi.
2. Berbicara tentang Manfaat Puasa
Pentingnya memberikan penjelasan terkait manfaat puasa, seperti latihan kedisiplinan dan pengendalian diri, disertai dengan pemahaman bahwa puasa Ramadan juga membawa manfaat bagi orang lain. Anak-anak diajak untuk belajar melakukan kebaikan sederhana, seperti berbagi dengan bersedekah.
3. Kesepakatan dan Membuat Komitmen
Orang tua diajak untuk membuka dialog dengan anak-anak, membicarakan kesepakatan untuk berpuasa bersama-sama. Komitmen ini dapat berupa berpuasa setengah hari atau penuh. “Ketika kesepakatan sudah terjalin, buat semacam perayaan sederhana dalam menyambut Ramadan agar anak-anak merasa momentum ini yang menantang untuk dicoba,” ungkap Novi.
4. Orang Tua Menyimak Pengalaman Anak Berpuasa
Melibatkan anak-anak dalam penilaian pengalaman berpuasa mereka merupakan langkah penting. Orang tua dapat menanyakan waktu terberat yang dijalani anak selama puasa dan meminta pendapat serta kesan-kesan setelah berpuasa. Hal ini akan membantu anak merasakan bahwa berpuasa memiliki makna tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain.
5. Membiasakan Puasa secara Bertahap
Orang tua disarankan untuk melatih anak-anak berpuasa secara bertahap sesuai dengan kemampuan mereka, agar kesehatan tetap terjaga. “Bagi anak-anak sifatnya belum wajib karena sedang belajar, apalagi kondisi kesehatannya sangat membutuhkan asupan air dan lain-lain,” kata Novi.
Dengan pendekatan yang tepat, proses melatih anak berpuasa dapat menjadi pengalaman positif yang memperkaya pengertian mereka terhadap nilai-nilai keagamaan dan kebaikan sosial. @cinde







