IndonesiaBuzz: Yogyakarta, 8 Maret 2024 – Majelis Tarjih Pengurus Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan 1445 Hijriah pada tanggal 11 Maret 2024. Keputusan ini diambil dengan menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal Hakiki yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pengurus Pusat Muhammadiyah. Menurut Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, ijtimak jelang Ramadhan 1445 H terjadi pada pukul 16.07.42 Wib pada Ahad, 10 Maret 2024.
Muhammadiyah menjelaskan bahwa pada saat matahari terbenam di Yogyakarta, bulan berada di atas ufuk, menandakan bahwa hilal sudah wujud. Namun, wilayah Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan Papua Barat Daya mungkin tidak mengalami kondisi serupa. Hal ini sejalan dengan posisi hilal menurut NU.
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) juga merilis data hilal awal Ramadhan 1445 H, menyatakan bahwa pada 10 Maret 2024, tinggi hilal terkecil berada di Kota Jayapura, Provinsi Papua, dengan tinggi -0 derajat 30 menit, sementara hilal terbesar terjadi di Kota Lhoknga, Provinsi Aceh, dengan tinggi 0 derajat 26 detik. Lama hilal di atas ufuk bervariasi dari 0 menit 0 detik hingga 4 menit 21 detik di berbagai lokasi.
Sementara itu, pemerintah akan menentukan awal Ramadhan 1445 H melalui sidang isbat awal Ramadhan pada 10 Maret 2024. Sidang isbat ini akan memutuskan apakah puasa Ramadhan dimulai pada 11 atau 12 Maret. Penetapan isbat mengacu pada kriteria MABIMS, di mana imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat jika posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.
Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia 2024 Kementerian Agama (Kemenag), awal Ramadhan 2024 versi pemerintah dan NU diperkirakan jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024. @cinde







