IndonesiaBuzz: Madiun, 2 Februari 2024 – PT Industri Kereta Api (INKA) Persero mengawali proses ekspor gerbong barang ke KiwiRail – New Zealand pada Rabu 31/1/2024. Sebanyak 60 Container Flat Top (CFT) Wagon 50Ft pesanan dari UGL Rail Services Pty Ltd telah dikirim, menjadi bagian dari total pesanan sebanyak 450 CFT.
Direktur Utama PT INKA, Eko Purwanto, menjelaskan bahwa 450 CFT Wagon yang diekspor merupakan underframe tanpa instalasi komponen bogie dan coupler. Dua tipe utama gerbong, yaitu ukuran 40 Ft dan 50 Ft, menjadi spesifikasi umum yang dihasilkan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk kementerian dan stakeholder terkait, yang telah memberikan dukungan untuk langkah ini. Juga kepada seluruh karyawan INKA Grup yang telah bekerja keras memastikan kesuksesan ekspor gerbong barang ini. Dari total 450 pesanan, 60 di antaranya telah selesai dan dikirim hari ini,” ujar Eko kepada wartawan pada Rabu (31/1/2024).
Eko menambahkan bahwa desain gerbong barang ini berasal dari UGL di Newcastle, Australia, dengan berat kosong berkisar antara 15,2 hingga 17,1 ton dan daya angkut maksimum mencapai 62,9 ton. Proyek pesanan gerbong yang dimulai sejak September 2023 ini dijadwalkan akan selesai pada November 2024.
“Pengiriman batch-1 hari ini mencakup 60 Container Flat Top (CFT) Wagon 50 Ft yang menjadi pesanan dari UGL Rail Services Pty Ltd ke KiwiRail – New Zealand, dari total pesanan sebanyak 450. Proyek gerbong ini akan selesai hingga November 2024,” terang Eko.
Direktur Operasi PT INKA, I Gede Agus Prayatna, menyampaikan bahwa Selandia Baru merupakan salah satu pangsa pasar penting bagi INKA Group di luar negeri. Sebelumnya, pada Agustus 2023, sebanyak 262 unit gerbong barang juga telah dikirim ke negara tersebut.
“Kerjasama yang berkelanjutan ini membuktikan bahwa INKA Grup mampu bersaing di kancah internasional dalam bidang perkeretaapian,” papar Agus.
Sementara itu, Direktur Utama PT IMS, Ketut Astika, menyatakan bahwa dengan ekspor kedua ke Selandia Baru, pemerintah di sana hanya memesan gerbong barang tanpa bogie dan coupler. Pemasangan komponen tersebut akan dilakukan di negara tujuan untuk memenuhi kebutuhan lokal dan memudahkan proses perawatan.
“Pemerintah di sana juga menginginkan adanya lokal konten untuk memudahkan dalam perawatan,” tambah Ketut.@cinde







