IndonesiaBuzz: Internasional – National Aeronautics and Space Administration (NASA) telah mengonfirmasi keberadaan sedimen danau kuno di planet Mars. Informasi ini berdasarkan penelitian penjelajah Perseverance NASA yang berhasil mengumpulkan data penting selama misi di Mars, yang dipublikasikan pada Jumat (26/1/2024).
Penelitian yang diprakarsai oleh University of California di Los Angeles (UCLA) dan University of Oslo ini mengungkapkan bahwa kumpulan data tersebut menunjukkan keberadaan sedimen danau kuno yang pernah terisi oleh air di Kawah Jezero, sebuah cekungan raksasa di Mars.
Pengamatan radar penembus tanah yang dilakukan oleh robot penjelajah ini, memperkuat hasil citra orbital sebelumnya dan data lainnya, yang mengarahkan para ilmuwan untuk berteori bahwa sebagian wilayah Mars pernah terendam air dan mungkin memiliki potensi mendukung kehidupan mikroba.
Jurnal Science Advances mempublikasikan bahwa penelitian tersebut telah membuka ruang penelitian baru di bidang penjelajahan luar angkasa.
Penemuan ini didasarkan pada pemindaian bawah permukaan yang dilakukan oleh penjelajah roda enam seukuran mobil selama beberapa bulan pada tahun 2022. Penjelajah ini melintasi permukaan Mars dari dasar kawah hingga hamparan sedimen yang menyerupai delta sungai, dilansir dari Reuters pada Sabtu (27/1/2024).
Dengan bantuan instrumen radar RIMFAX, ilmuwan dapat melihat ke bawah tanah dan mendapatkan gambaran penampang lapisan batuan hingga kedalaman 20 meter.
“Hampir seperti melihat potongan jalan,” ungkap David Paige, ilmuwan planet dari UCLA.
Lapisan-lapisan batuan ini memberikan bukti kuat bahwa sedimen tanah yang terbawa air pernah mengendap di Kawah Jerezo dan delta sungainya, menyerupai kondisi danau di Bumi. Temuan ini menguatkan dugaan dari penelitian sebelumnya bahwa meskipun saat ini Mars dingin dan gersang, ada kemungkinan dulunya memiliki iklim yang hangat, basah, dan dapat mendukung kehidupan mikroba.
Studi baru ini juga menjadi validasi positif terhadap upaya geo-biologis yang dilakukan oleh para ilmuwan di Mars, seiring dengan analisis jarak jauh terhadap sampel inti awal yang dibor oleh Perseverance pada Februari 2021. Para peneliti mengungkap batuan yang bersifat vulkanik, bukan sedimen seperti yang diperkirakan.
Dua penelitian tersebut, meskipun menemukan jenis batuan yang berbeda, namun tidak saling bertentangan. Bahkan, batuan vulkanik yang ditemukan menunjukkan tanda-tanda perubahan akibat paparan air.
Para ilmuwan yakin bahwa endapan sedimen mungkin telah terkikis, dan pembacaan radar RIMFAX pada Jumat memperlihatkan tanda-tanda erosi sebelum dan sesudah pembentukan lapisan sedimen di tepi barat kawah.
David Paige menjelaskan bahwa penemuan ini mengungkap sejarah geologi yang kompleks di Mars, dengan adanya batuan vulkanik di lokasi pendaratan mereka.
“Berita sebenarnya di sini adalah bahwa sekarang kami telah berkendara ke delta dan sekarang kami melihat bukti adanya sedimen danau, yang merupakan salah satu alasan utama kami datang ke lokasi ini. Jadi itu adalah kisah yang membahagiakan,” tambahnya.
Para ilmuwan kini menantikan pemeriksaan lebih lanjut terhadap sedimen Jerezo, yang diperkirakan terbentuk sekitar 3 miliar tahun yang lalu. Sampel ini diharapkan akan diangkut kembali ke Bumi oleh misi masa depan. @wara-e







