IndonesiaBuzz: Purworejo, 1 Januari 2024 – Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mengklarifikasi bahwa tidak ada kematian yang terjadi akibat penganiayaan terhadap relawan Ganjar-Mahfud oleh sejumlah oknum Anggota TNI di Boyolali, Jawa Tengah. Meskipun demikian, beberapa relawan masih memerlukan perawatan medis di rumah sakit.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ganjar saat kunjungannya ke Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan di Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (31/12/2023). Dia menekankan pentingnya penyelesaian masalah tanpa kekerasan, bahkan jika terdapat kesalahan.
“Dilarang melakukan konvoi motor, mungkin hal tersebut yang membuat emosi orang lain. Meskipun tentu saja, jika ada kesalahan, penyelesaiannya sebaiknya dilakukan dengan damai tanpa tindakan kekerasan,” ujar Ganjar, mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode.
Ganjar menegaskan bahwa tidak ada relawan yang meninggal akibat penganiayaan tersebut. Namun, beberapa korban masih menjalani perawatan di rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.
“Sebenarnya, pada pagi hari ada fitnah bahwa satu orang meninggal dunia. Saya tanya apakah ada yang meninggal? Tidak ada. Ini adalah hoax. Tidak ada yang meninggal, namun masih ada dua orang yang dirawat di rumah sakit. Saya akan menengoknya nanti,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Nugraha Gumilar, menyampaikan bahwa oknum-oknum TNI yang terlibat dalam insiden tersebut sedang menjalani pemeriksaan di Detasemen Polisi Militer (Denpom) Surakarta. Kronologi dan motif dari dugaan penganiayaan tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
“Iya, itu benar. Saat ini oknum-oknum tersebut sedang dalam proses pemeriksaan di Denpom Surakarta. Kronologi kejadian masih dalam tahap penyelidikan,” kata Nugraha kepada MPI melalui pesan singkat pada Sabtu (30/12/2023).







