IndonesiaBuzz: Historia – Suasana Surabaya pasca-Proklamasi 17 Agustus 1945 penuh semangat juang. Bendera Merah-Putih berkibar di berbagai sudut kota, dari kantor pemerintahan hingga alun-alun, bahkan lapangan Tambaksari dipenuhi massa pemuda yang meneriakkan “Merdeka”.
Namun kegembiraan itu diuji ketika, pada malam 19 September 1945, sekelompok orang Belanda dikomando Victor W.C. Ploegman diam-diam mengibarkan bendera tri-warna Belanda (Merah-Putih-Biru) di puncak menara Hotel Yamato (kini Majapahit) Surabaya.
Pengibaran bendera asing tanpa izin Pemerintah Indonesia tersebut dianggap sebagai penghinaan terhadap kedaulatan RI. Keesokan paginya, berita itu menyulut kemarahan pemuda Surabaya.
Pada pagi hari 19 September, ribuan pemuda dan rakyat Surabaya berkumpul di sekitar Hotel Yamato mendesak agar bendera Belanda diturunkan. Residen Surabaya Soedirman bersama pengawalnya, Sidik dan Hariyono, masuk ke hotel untuk berunding dengan Ploegman.

Namun perundingan memanas: Ploegman menolak menurunkan bendera dan bahkan mengeluarkan pistol. Terjadilah baku hantam dalam ruang perundingan. Ploegman tewas dicekik Sidik dan Sidik kemudian tersungkur terkena tembakan. Kehebohan itu didengar oleh para pemuda di luar, yang kemudian mendobrak pintu hotel untuk memasuki lobi.
Aksi heroik pun berlanjut di atap hotel. Beberapa pemuda memanjat menara bendera dan berhasil menurunkan bendera Belanda, lalu merobek bagian birunya sehingga yang tersisa hanyalah warna Merah-Putih.
Dalam drama perjuangan itu, nama Hariyono (pengawal Residen) dan Kusno Wibowo mencuat sebagai pemuda yang gigih menggigit dan melepaskan strip biru pada bendera.
Momen itu disambut sorak ‘Merdeka!’ oleh massa yang berkumpul di bawah. Dengan kibaran kembali bendera Merah-Putih, rakyat Surabaya menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia takkan ditawar.
Peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato pada 19 September 1945 menjadi simbol keberanian arek-arek Suroboyo dalam menegakkan kedaulatan. Insiden tersebut mengokohkan semangat juang rakyat Surabaya dan terus dikenang sebagai salah satu detik heroik yang membakar api kemerdekaan di Kota Pahlawan. @indonesiabuzz







