IndonesiaBuzz: Wonogiri, 21 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Wonogiri menggelar Wonogiri Job Fair 2026 sebagai langkah strategis untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) ini berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu, 21 hingga 22 April 2026, di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri.
Sebanyak 34 perusahaan dari berbagai wilayah, mulai dari Wonogiri, Solo Raya, hingga luar daerah seperti Kendal dan Bandung, ambil bagian dalam bursa kerja tersebut. Perusahaan yang terlibat berasal dari beragam sektor, termasuk industri, jasa, hingga peluang kerja luar negeri melalui perusahaan penempatan pekerja migran.
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, dalam sambutannya saat membuka acara menegaskan bahwa meningkatnya partisipasi perusahaan menjadi indikator positif terhadap iklim investasi di daerah. Ia menyebut Wonogiri kini semakin dilirik investor karena dinilai memiliki sistem yang transparan dan responsif.
“Kepercayaan para investor untuk menanamkan modal di sektor industri, jasa, hingga pariwisata adalah bukti bahwa Wonogiri memiliki potensi besar yang siap dikelola,” ujarnya, Selasa (21/4/26).
Dalam kegiatan ini, tersedia sekitar 6.500 lowongan pekerjaan yang terbuka bagi masyarakat, baik dari Wonogiri maupun daerah sekitarnya. Selain menyediakan bursa kerja, panitia juga menghadirkan program smart class sebagai pembekalan bagi para pencari kerja. Program ini mencakup pelatihan perencanaan karier, teknik menghadapi wawancara, hingga evaluasi curriculum vitae (CV).
Tidak hanya itu, sejumlah perusahaan juga memanfaatkan momentum ini untuk melakukan proses seleksi dan wawancara secara langsung di lokasi, sehingga mempercepat proses rekrutmen tenaga kerja.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran di Kabupaten Wonogiri menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, jumlah pengangguran tercatat 16.195 orang, kemudian menurun menjadi 14.802 orang pada 2025. Bahkan, Wonogiri berhasil mencatatkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) terendah di Jawa Tengah selama tiga tahun berturut-turut.
Selain itu, angka kemiskinan juga mengalami penurunan menjadi 9,59 persen pada Maret 2025, sementara tingkat pengangguran berada di angka 2,16 persen pada tahun yang sama.
Meski demikian, pemerintah daerah menilai capaian tersebut perlu diimbangi dengan langkah konkret yang berkelanjutan. Penyelenggaraan job fair menjadi salah satu upaya mempertemukan langsung pencari kerja dengan dunia usaha.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mempercepat penempatan tenaga kerja, meningkatkan serapan tenaga kerja lokal, serta membantu para lulusan baru agar lebih siap memasuki dunia kerja,” tambah Bupati.
Ke depan, Pemkab Wonogiri juga terus mendorong penguatan program pelatihan kerja berbasis kompetensi serta peningkatan keterampilan tenaga kerja. Sinergi antara pemerintah dan sektor industri diharapkan mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja lokal di tengah dinamika pasar kerja. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







