IndonesiaBuzz: Sukoharjo, 6 November 2025 – Warga Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo digemparkan oleh penemuan sesosok jenazah perempuan di saluran irigasi saringan air (sipon) pada Kamis (6/11/25) dini hari sekitar pukul 01.20 WIB. Korban, yang diperkirakan berusia sekitar 50 tahun, ditemukan dalam posisi kepala di bawah dan kaki di atas, tersangkut di besi saringan air di sisi selatan Jalan Raya Bekonang-Solo.
Korban mengenakan kaos merah dan celana panjang hitam, serta masih memakai gelang emas dan dua cincin di tangannya. Penemuan tersebut segera dilaporkan warga ke Polsek Mojolaban dan tim SAR Sukoharjo, yang kemudian datang untuk mengevakuasi jasad korban dari lokasi kejadian.
Kapolsek Mojolaban AKP (nama bisa disesuaikan) melalui keterangan tertulis membenarkan adanya temuan mayat tersebut. Menurut hasil pemeriksaan awal oleh tim medis Puskesmas Mojolaban bersama petugas kepolisian, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban selain luka akibat terjepit besi saringan air.
“Dari hasil pemeriksaan luar, luka yang ditemukan di bagian kepala disebabkan karena korban terjepit pada besi saringan air. Tidak ditemukan bekas penganiayaan atau kekerasan lain,” jelas petugas di lokasi.
Hingga saat ini identitas korban belum diketahui karena tidak ditemukan dokumen pribadi, telepon genggam, atau tanda pengenal di sekitar lokasi. Warga sekitar pun mengaku tidak mengenali sosok tersebut.
Beberapa jam setelah kejadian, polisi menemukan satu unit sepeda motor di bawah Jembatan Grasak Cangkol, Mojolaban, yang diduga milik korban. Dari posisi motor dan aliran air, polisi menduga kuat korban terjatuh bersama kendaraannya ke saluran irigasi saat melintas pada malam hari.
“Diduga korban terpeleset atau kehilangan kendali saat melintas di jembatan, kemudian jatuh ke saluran air dan tenggelam karena tidak bisa berenang,” ungkap petugas di lapangan.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo untuk keperluan identifikasi lebih lanjut. Polisi mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga atau mengenali ciri ciri korban agar segera menghubungi Polsek Mojolaban.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati hati saat melintas di jalan dengan kontur menurun atau dekat saluran air, terutama pada malam hari dengan kondisi pencahayaan minim. (Zafran All /Koresponden Sukoharjo)







