IndonesiaBuzz: Solo, 8 Oktober 2025 – Video iring-iringan kendaraan roda tiga sejenis bajaj yang melintas di sejumlah ruas jalan Kota Solo viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Kemunculan kendaraan yang disebut-sebut sebagai moda transportasi baru itu menuai beragam reaksi dari masyarakat, mulai dari rasa penasaran hingga kekhawatiran akan bertambahnya kemacetan di Kota Bengawan.
Video tersebut diunggah oleh sejumlah akun media sosial, antara lain @surakartakita pada Minggu (5/10/25). Dalam video berdurasi singkat itu, tampak puluhan kendaraan roda tiga berwarna merah melaju beriringan di Jalan Slamet Riyadi, Solo, dari arah barat menuju timur. Hingga Selasa (7/10/25), unggahan itu telah disukai lebih dari 3.600 kali dan mendapat ratusan komentar dari warganet.
Sebagian besar komentar menyuarakan kekhawatiran. “Pak becak yang sabar, semoga masih ada rezeki,” tulis seorang pengguna. Komentar lain menilai kehadiran bajaj justru berpotensi menambah kemacetan.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Solo Respati Ardi mengaku telah menerima informasi terkait operasional bajaj di wilayahnya. Ia menyebut kendaraan tersebut merupakan bagian dari layanan salah satu aplikator ojek daring (ojol) yang mulai beroperasi di Solo.
“Kami sedang berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo untuk memantau hal ini. Saat ini sedang kami pelajari apakah ini bentuk persaingan yang sehat,” ujar Respati saat ditemui seusai penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkot Solo dan GoTo di Balai Kota, Selasa (7/10/25).
Respati menegaskan, Pemkot Solo akan menjaga agar persaingan di sektor transportasi daring tetap sehat dan adil, baik bagi aplikator, mitra pengemudi, maupun masyarakat pengguna jasa.
“Kami pastikan warga Solo tetap mendapat pelayanan transportasi yang baik,” katanya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo Taufiq Muhammad belum dapat dimintai keterangan terkait izin operasional dan regulasi moda transportasi roda tiga tersebut.
Kemunculan bajaj di Solo menambah daftar panjang moda transportasi berbasis aplikasi di kota tersebut. Meski beberapa warga menilai kehadiran bajaj bisa menjadi alternatif transportasi perkotaan, sebagian lain khawatir keberadaannya justru memperparah kondisi lalu lintas dan mengancam penghasilan penarik becak tradisional.







