IndonesiaBuzz: Jakarta, 20 Januari 2026 – Wali Kota Madiun Maidi menyampaikan pernyataan singkat usai tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin malam (19/1/26), setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kota Madiun.
Maidi mengaku tidak pernah lelah membangun Kota Madiun dan meminta doa agar tetap diberikan kesehatan.
“Saya tidak pernah lelah untuk membangun Kota Madiun. Kalau ada kekurangan, doakan saya sehat,” ujar Maidi singkat sebelum memasuki gedung KPK.
Maidi tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 22.34 WIB. Ia terlihat mengenakan kemeja dan jaket berwarna biru, topi hitam, serta celana panjang hitam. Setibanya di lokasi, Maidi langsung masuk ke gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh penyidik.
Selain Maidi, delapan orang lainnya juga turut dibawa ke Gedung Merah Putih KPK pada malam yang sama. Mereka merupakan bagian dari total 15 orang yang diamankan KPK dalam OTT di Madiun.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa dalam operasi tersebut, penyidik turut menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah.
“Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan pengelolaan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah Kota Madiun,” ujar Budi.
Hingga berita ini diturunkan, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Maidi dan pihak-pihak lain yang diamankan. Sesuai ketentuan hukum acara pidana, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring OTT tersebut.
KPK memastikan akan menyampaikan perkembangan resmi kepada publik setelah proses pemeriksaan awal selesai dilakukan.(red.)







