IndonesiaBuzz: Boyolali, 21 Januari 2026 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Selo sejak dini hari memicu terjadinya tanah longsor di jalur alternatif Selo-Ampel. Peristiwa tersebut terjadi di Dukuh Tompak RT 06 RW 03, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, pada Rabu (21/1/26) sekitar pukul 07.15 WIB.
Peristiwa longsor pertama kali dilaporkan oleh Rohmadi (35), karyawan honorer warga Dukuh Ngaglik, Desa Samiran, Kecamatan Selo. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak dini hari.
Saksi mata Sumardi (48), petani asal Dukuh Tompak, Desa Ngagrong, Kecamatan Gladagsari, serta Sumar (50), petani asal Dukuh Rejosari, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, menuturkan bahwa material longsor berasal dari tebing yang berada tepat di sisi jalur alternatif Selo-Ampel.
Tebing dengan ketinggian sekitar lima meter dan lebar lima meter tersebut longsor dengan ketebalan material tanah kurang lebih satu meter. Material longsoran menutup sebagian badan jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas di jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Selo dan Ampel.
Akibat kejadian tersebut, arus kendaraan roda dua maupun roda empat dari arah Selo menuju Ampel maupun sebaliknya sempat tersendat. Meski demikian, dalam peristiwa ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas gabungan segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan material longsoran tanah dan lumpur. Unsur yang terlibat meliputi Polsek Selo, Koramil 07/Selo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Tim Siaga Desa (TSD) Tarubatang, relawan, serta masyarakat setempat.
Proses penanganan dipimpin langsung Kapolsek Selo AKP Kiryanta, bersama tiga anggota Polsek Selo, dua anggota Koramil 07/Selo, empat personel BPBD Kabupaten Boyolali, serta anggota TSD, relawan, dan warga. Untuk mempercepat pembersihan, BPBD Kabupaten Boyolali mengerahkan alat berat ke lokasi kejadian.
Berkat kerja sama dan gotong royong seluruh unsur, material longsoran berhasil dibersihkan dan jalur alternatif Selo–Ampel kembali dapat dilalui kendaraan dari kedua arah, baik roda dua maupun roda empat.
Hingga laporan ini disusun, kondisi cuaca di wilayah Selo dilaporkan mulai reda. Meski demikian, petugas tetap mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintas di lokasi kejadian karena kondisi jalan masih licin akibat sisa lumpur. (Bagas Andriana /Koresponden Boyolali)







