IndonesiaBuzz: Solo, 12 Agustus 2025 – Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali melanjutkan rangkaian persiapan Hajad Dalem Bethak (adang) Tahun Dal 1959 dalam penanggalan Jawa.
Atas titah langsung Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat, SISKS Pakoe Boewono, dan Permaisuri GKR Pakoe Boewono, utusan dalem yang dipimpin Pengageng Kaputren, GKR Alit, melaksanakan pembangunan pawon (dapur) di kawasan Gondorasan, kompleks Kraton Surakarta, Senin (11/8/25) pagi.
Pembangunan dapur ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum prosesi utama Hajad Dalem Bethak yang dijadwalkan pada 7 September 2025. Acara diawali dengan wilujengan yang dipandu oleh ulama Kraton Surakarta. GKR Alit, selaku pemimpin utusan dalem, memimpin jalannya prosesi sekaligus memberikan dhawuh atau perintah langsung kepada para ulama.
Sejumlah sentono dalem dan abdi dalem turut hadir mengikuti jalannya acara dengan khidmat. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan ritual pencampuran tanah dan air yang berasal dari berbagai tempat bersejarah dan leluhur Kraton Surakarta.
Setiap unsur memiliki makna simbolis, di antaranya tanah yang diambil dari Ki Ageng Selo, serta api dan air dari Munguk Bonowelang. Seluruh elemen ini disatukan sebagai lambang sinergi dan kesatuan dari berbagai sumber spiritual dan budaya.
Acara puncak ditandai dengan pemasangan batu bata pertama untuk tungku oleh GKR Alit. Momen ini diiringi lantunan sholawat, menciptakan suasana sakral dan penuh kekhusyukan.
Pembuatan pawon ini tidak hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga sarat akan nilai tradisi yang telah diwariskan turun-temurun di lingkungan Kraton Kasunanan Surakarta.
Pengageng Parentah Kraton Surakarta, KGPH Adipati Dipokusumo, menjelaskan bahwa dapur yang dibangun di Gondorasan ini akan menjadi pusat aktivitas memasak selama pelaksanaan Hajad Dalem Bethak nanti.
“Hari ini dipersiapkan tempat atau lokasi memasak dengan uborampe dari berbagai daerah. Semua bahan seperti tanah, air, dan api yang berasal dari lokasi-lokasi penting ini memiliki makna penyatuan energi dan doa,” terangnya.
Ia menambahkan, pembangunan pawon harus selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Diharapkan sebelum Minggu malam Senin Pon, dapur ini sudah siap digunakan. Semua tahap persiapan sudah disusun sedemikian rupa agar pelaksanaan Hajad Dalem Bethak dapat berjalan lancar,” ungkapnya.
Hajad Dalem Bethak sendiri merupakan salah satu prosesi adat penting di Kraton Kasunanan Surakarta yang digelar pada tahun Dal dalam siklus kalender Jawa. Tradisi ini sarat dengan ritual simbolis yang menggabungkan unsur spiritual, budaya, dan sejarah. Pembangunan pawon menjadi salah satu bagian vital karena seluruh hidangan dan perlengkapan prosesi nantinya dipersiapkan dari dapur tersebut.(red-)







