IndonesiaBuzz: Jabar, 30 April 2025 – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali mencetuskan wacana kontroversial: uji coba pendidikan ala militer bagi para pelajar yang dianggap bermasalah. Wacana ini disampaikannya saat menghadiri rapat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/4).
Dedi mengungkapkan bahwa program ini akan menyasar pelajar dengan rekam jejak perilaku menyimpang, termasuk mereka yang terlibat tawuran, mabuk-mabukan, bolos sekolah, hingga yang mengalami kecanduan gim daring seperti Mobile Legends. Bahkan, pelajar yang terbiasa melawan atau mengancam orang tua juga dipertimbangkan untuk masuk program ini.
“Tukang tawuran, tukang mabuk, tukang main Mobile Legends. Anak-anak yang bolos terus, dari rumah berangkat ke sekolah, tapi nggak sampai sekolah,” ungkap Dedi dalam pernyataannya.
Meski menggunakan pendekatan “barak pendidikan”, Dedi menekankan bahwa konsep ini bukan pelatihan militer dalam arti fisik. Menurutnya, fokus utama program adalah pada pembangunan kesehatan mental, kedisiplinan, dan kebugaran.
“Tidak ada pelatihan militer. Jadi masuk barak bukan latihan perang-perangan. Tapi membangun kesehatan pikiran, mental, dan fisik agar mereka bugar,” tegasnya.
Wacana ini lahir dari kekhawatiran atas maraknya kasus pelanggaran berat di kalangan pelajar. Salah satu contoh ekstrem yang diangkat Dedi adalah insiden dua siswa SMP yang tega membunuh kakek mereka karena dilarang keluar rumah malam hari untuk bermain Mobile Legends menggunakan fasilitas WiFi publik.
“Salah satu contoh di sebuah daerah, ada dua anak SMP yang tega menghabisi kakeknya gara-gara dilarang pakai motor keluar jam 23.00 malam,” ujarnya.
Program ini direncanakan akan diterapkan bertahap, dimulai dari wilayah rawan pelanggaran sebelum diterapkan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
“Ini adalah fakta. Untuk itu diperlukan tindakan nyata, bukan hanya diskusi atau wacana,” pungkas Dedi.







