IndonesiaBuzz: Madiun, 11 Oktober 2026 – Seorang pria berusia 69 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam kios atau bedak di kawasan Pasar Kotak, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Sabtu (10/10/26) sekitar pukul 14.45 WIB. Polisi yang melakukan pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Korban diketahui bernama GS (69) warga Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Sehari-hari, korban bekerja sebagai buruh harian lepas sekaligus tukang parkir di depan Indomaret Joyo.
Penemuan jasad tersebut ditindaklanjuti oleh Polsek Kartoharjo bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Madiun Kota. Petugas mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, serta mengumpulkan keterangan guna memastikan kronologi kejadian.
Bau Menyengat Picu Penemuan Jasad Korban
Peristiwa tersebut bermula ketika seorang warga bernama Maimin mencium bau menyengat yang berasal dari dalam kios korban. Merasa curiga, Maimin bersama saksi lainnya, Suyanto, kemudian membuka pintu kios untuk memeriksa sumber bau tersebut.
Saat pintu dibuka, keduanya mendapati korban telah meninggal dunia dalam posisi berada di atas kursi atau dipan di dalam kios.
Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian. Kapolsek Kartoharjo bersama anggota segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal dan mengamankan area kejadian.
Petugas juga meminta keterangan sejumlah saksi, mengamankan barang bukti yang diperlukan, serta berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Satreskrim dan tim Dokkes Polres Madiun Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah proses penanganan awal di lokasi, jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr. Soedono Kota Madiun guna menjalani pemeriksaan medis.
Pemeriksaan Awal Tidak Temukan Tanda Kekerasan
Berdasarkan pemeriksaan awal petugas identifikasi dan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Korban sementara diduga meninggal dunia akibat sakit.
Meski demikian, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian. Kepastian penyebab meninggalnya korban masih menunggu hasil lengkap pemeriksaan medis.
Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama W.P. menegaskan bahwa jajarannya telah melakukan penanganan sesuai prosedur untuk memastikan kondisi korban sekaligus mengungkap fakta berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan.
“Begitu menerima laporan, anggota segera mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan tim identifikasi dan medis,” ujar AKBP Rizki Pratama W.P.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan awal belum menunjukkan adanya indikasi kekerasan pada tubuh korban. Namun, pihaknya tetap mengacu pada hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian.
“Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, penyebab pasti kematian tetap mengacu pada hasil pemeriksaan medis,” tegasnya.
Polisi Imbau Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Lingkungan
Selain menangani perkara tersebut, Polres Madiun Kota mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama terhadap warga yang tinggal atau menjalani aktivitas sehari-hari seorang diri.
Kepedulian masyarakat dinilai penting untuk membantu mendeteksi lebih dini kondisi darurat maupun kejadian mencurigakan di lingkungan tempat tinggal dan tempat usaha.
Masyarakat yang mengetahui kejadian mencurigakan atau membutuhkan bantuan kepolisian diharapkan segera melapor kepada petugas agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Polres Madiun Kota menegaskan komitmennya untuk menangani setiap kejadian secara profesional, humanis, dan sesuai prosedur. Kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak keluarga korban terkait proses penanganan selanjutnya.
Sementara itu, penyebab pasti kematian Gun Sunirmolo alias Itong masih menunggu hasil lengkap pemeriksaan medis. Hingga hasil tersebut tersedia, dugaan korban meninggal dunia akibat sakit tetap berstatus sebagai dugaan awal. (Kridho S/Koresponden Madiun).





