IndonesiaBuzz: Surakarta, 8 Oktober 2026 – Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan optimisme terhadap masa depan perekonomian Indonesia setelah melihat langsung perkembangan industri hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Prabowo menilai aktivitas industri di kawasan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki prospek ekonomi yang kuat. Keyakinan itu disampaikannya saat meluncurkan program hilirisasi di kawasan IWIP, Kamis (8/10/26).
Di hadapan para pekerja, Prabowo menyinggung narasi pesimistis yang selama ini memprediksi Indonesia akan mengalami keterpurukan ekonomi.
“Mereka yang mengatakan bahwa Indonesia gelap, kolaps, Indonesia akan kolaps, tiap bulan diramalkan kita akan kolaps. Tapi hari ini saya datang, saya lihat masa depan Indonesia cerah,” kata Prabowo dalam siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo Terpukau Aktivitas Industri IWIP
Optimisme Prabowo muncul setelah melihat langsung aktivitas kawasan industri terpadu tersebut. Selain perkembangan industri, Presiden juga menyoroti semangat para pekerja yang menyambut kedatangannya.
“Tadi saya disambut oleh para karyawan dengan semangat dan tampangnya semua cerah. Saya tidak melihat yang tidak cerah hari ini,” ujar Prabowo.
Presiden juga mengungkapkan kesan khusus setiap kali mengunjungi wilayah Indonesia bagian timur. Menurut dia, kunjungan ke kawasan timur Indonesia selalu memberikan energi tambahan.
“Rasanya kalau saya ke Indonesia Timur, saya tambah semangat. Mungkinkah karena saya juga darahnya setengah Indonesia Timur?” kata Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengapresiasi manajemen IWIP dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan itu karena dinilai memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat setempat.
Dia juga memuji karakter pekerja dari Indonesia timur yang dinilainya memiliki etos kerja dan loyalitas tinggi.
“Orang Indonesia Timur kerjanya keras. Dan orang Indonesia Timur itu setia. Kalau hatinya sudah dipegang, dia akan setia sampai mati,” ujarnya.
Investasi IWIP Tembus US$20 Miliar
Kawasan IWIP menjadi salah satu pusat pengembangan industri hilir berbasis mineral di Indonesia. Perkembangan kawasan tersebut juga ditopang investasi dalam skala besar.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyebut akumulasi investasi di IWIP telah mencapai sekitar 20 miliar dolar AS. Nilai investasi tersebut masih berpotensi bertambah dengan rencana ekspansi modal sekitar 7 miliar dolar AS.
Aktivitas industri di kawasan tersebut juga telah menyerap lebih dari 100 ribu tenaga kerja.
Data tersebut menjadi gambaran mengenai skala pengembangan kawasan industri di Halmahera Tengah sekaligus dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja.
Bagi pemerintah, pengembangan industri hilir merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri sebelum dipasarkan ke pasar global.
Resmikan Hilirisasi Senilai Rp180 Triliun
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo meresmikan program hilirisasi dengan nilai investasi mencapai 10,2 miliar dolar AS, atau sekitar Rp180 triliun.
Peresmian ditandai dengan pengapalan ekspor perdana baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) serta pengoperasian 11 proyek industri hilir di kawasan IWIP.
Sebanyak 11 proyek tersebut terdiri atas empat proyek komersial dan tujuh proyek pembangunan fasilitas manufaktur baru.
Prabowo mengatakan pembangunan industri berskala besar tersebut merupakan bagian dari proses panjang pembangunan ekonomi Indonesia. Menurut dia, pembangunan hilirisasi membutuhkan keberanian untuk mengambil keputusan dan risiko dalam jangka panjang.
Presiden juga memberikan apresiasi kepada para pemimpin pemerintahan sebelumnya yang telah memulai kebijakan hilirisasi dan meletakkan fondasi bagi perkembangan industri saat ini.
“Kita menghormati pemerintah pendahulu, pemimpin-pemimpin sebelum saya mimpin yang telah berani mengambil langkah-langkah pembangunan seperti ini,” ucap Prabowo.
Menurut Prabowo, keberlanjutan pembangunan menjadi faktor penting agar investasi dan industri yang telah dibangun dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.
Pengembangan IWIP sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi mengolah komoditas tersebut menjadi produk bernilai tambah tinggi di dalam negeri. @yudi







