IndonesiaBuzz: Jakarta, 6 Oktober 2025 – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan langkah cepat berupa pendataan dan pengecekan konstruksi seluruh pondok pesantren (ponpes) di Indonesia. Kebijakan ini diambil sebagai evaluasi nasional menyusul tragedi ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menewaskan puluhan orang dan melukai puluhan lainnya.
Instruksi tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang menegaskan bahwa Presiden menaruh perhatian serius terhadap keselamatan para santri di seluruh wilayah.
“Evaluasi ke depan, ke semua pondok pesantren, kita harapkan segera didata dan dipastikan keamanan dari sisi bangunan dan infrastruktur pondok masing masing,” ujar Prasetyo, Minggu (5/10/25).
Prasetyo menambahkan, Presiden Prabowo terus memantau secara langsung perkembangan penanganan di lokasi kejadian, serta memberikan instruksi kepada para menteri dan kepala daerah untuk memastikan proses evakuasi, penanganan korban, dan pemulihan berjalan maksimal.
“Beliau memonitor terus. Karena itu, beliau memerintahkan para menteri terkait, gubernur, dan wakil gubernur untuk terus memberikan perhatian,” kata Prasetyo.
Hingga Minggu malam, korban yang ditemukan dari reruntuhan Ponpes Al Khoziny terus bertambah. Berdasarkan data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), total 104 orang berhasil diselamatkan, sementara 45 orang meninggal dunia, termasuk dua korban yang hanya ditemukan dalam kondisi tidak utuh.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengungkapkan bahwa pada hari ketujuh operasi, tim berhasil mengevakuasi 19 korban tambahan dari puing puing bangunan.
“Sampai dengan pukul 16.03 WIB, kami telah menemukan 19 korban dari Pesantren Al Khoziny ini. Semua sudah dibawa ke RS Bhayangkara,” ujar Bramantyo.
Bramantyo menegaskan, tim SAR akan melanjutkan pencarian hingga seluruh korban dipastikan ditemukan.
“Operasi hari ke 7 ini akan kita lanjutkan semaksimal mungkin, bahkan diperpanjang bila perlu, sampai kita yakin seluruh korban telah ditemukan,” tandasnya.
Tragedi ambruknya Ponpes Al Khoziny mengguncang publik dan menjadi peringatan keras terhadap pentingnya standar keselamatan bangunan lembaga pendidikan keagamaan. Dengan instruksi Presiden Prabowo, pemerintah berharap langkah pendataan nasional ini dapat mencegah terulangnya bencana serupa serta memastikan keamanan dan keselamatan santri di seluruh Indonesia. (red)





