IndonesiaBuzz: Surabaya, 30 Desember 2023 – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polrestabes Surabaya telah mengungkap rencananya untuk mengubah ribuan knalpot brong yang disita menjadi sebuah monumen yang menggambarkan keunikan dan identitas kota, yakni monumen Suroboyo. Keputusan ini diungkapkan oleh Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazlurrahman, pada acara pemusnahan knalpot brong di Satpas Colombo, Sabtu (30/12/2023).
Menurut Arif, ribuan knalpot yang telah disita akan dijadikan tugu monumen Suroboyo dengan bentuk yang menggambarkan tokoh legendaris Suro dan Boyo. “Ribuan knalpot yang kami sita akan dibuatkan tugu monumen Suroboyo yang akan dijadikan kerajinan atau kesenian,” ungkap Arif.
Proses pembuatan monumen ini akan melibatkan seniman lokal dari Jawa Timur. Tinggi monumen diperkirakan berkisar antara 5 hingga 10 meter, disesuaikan dengan jumlah knalpot yang berhasil disita. Arif menegaskan bahwa meskipun seniman yang terlibat masih dirahasiakan, namun rencana pembuatan monumen ini telah direncanakan dan sedang dalam tahap diskusi.
Terkait lokasi pendirian monumen, Arif menyatakan bahwa hal ini masih dalam proses diskusi. Namun, ia memastikan bahwa monumen ini akan didirikan di wilayah yang sering dikunjungi oleh masyarakat setempat, dengan harapan monumen tersebut menjadi sebuah ikon kota.
“Mudah-mudahan awal tahun depan bisa terselesaikan, satu sampai dua bulan bisa terselesaikan dan akan diresmikan oleh bapak wali kota. Nantinya akan ditempatkan di lokasi yang memang dilihat masyarakat,” ujar Arif.
Arif juga menjelaskan bahwa pembuatan monumen ini adalah sebuah bentuk perlawanan masyarakat terhadap keberadaan knalpot brong. Ia berharap bahwa kontribusi dari knalpot yang disita dapat dianggap sebagai upaya penolakan masyarakat Surabaya terhadap keberadaan knalpot brong.
“Nantinya bagi yang merasa knalpotnya disita ada kontribusi tidak sia-sia. Bahwasanya warga Surabaya menolak knalpot brong,” tambahnya.
Rencana pembuatan monumen Suroboyo dari knalpot brong ini diharapkan tidak hanya menjadi sebuah simbol perlawanan terhadap knalpot ilegal, tetapi juga menjadi daya tarik serta identitas kota yang membanggakan bagi warga Surabaya.







