IndonesiaBuzz: Surakarta, 11 Oktober 2026 – Polisi masih menyelidiki kematian seorang pria yang ditemukan dalam kondisi terbungkus sleeping bag di sebuah kamar kos di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (8/10/2026). Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik menduga sementara korban meninggal akibat bunuh diri. Namun, penyebab pasti kematian masih didalami.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Sudarman Korniawan mengatakan dugaan tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian. Meski demikian, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan akhir terkait peristiwa tersebut.
“Untuk hasil olah TKP dugaan sementara masih bunuh diri ya,” kata Edy kepada wartawan, Minggu (11/10/2026).
Edy juga menjelaskan bahwa benda yang membungkus tubuh korban merupakan sleeping bag. Kondisi pembungkus yang tampak ketat disebut berkaitan dengan kondisi tubuh korban yang telah membengkak saat ditemukan.
“Kain pembungkus yang dimaksud adalah sleeping bag, terlihat ketat karena kondisi tubuh korban sudah membengkak,” sambungnya.
Jasad Ditemukan di Kamar Kos
Penemuan jasad tersebut terjadi pada Kamis (8/10/2026) di sebuah kamar kos di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Informasi mengenai kejadian itu kemudian beredar di media sosial, salah satunya melalui unggahan akun Instagram @infojakbar24.
Dalam unggahan tersebut, jasad pria terlihat berada dalam kondisi terbungkus sleeping bag berwarna hitam.
Kapolsek Kebon Jeruk AKP Darto Napitupulu membenarkan informasi mengenai penemuan jasad tersebut. Ia memastikan korban ditemukan dalam kondisi terbungkus sleeping bag di kamar kos.
“Iya jasad kebetulan pakai sleeping bag,” kata Darto kepada wartawan, Minggu (11/10/26).
Setelah ditemukan, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum guna membantu proses penyelidikan.
Hasil Visum Tidak Temukan Tanda Kekerasan
Berdasarkan keterangan Kapolsek Kebon Jeruk, hasil pemeriksaan terhadap jasad korban tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan yang menyebabkan kematian.
“Sudah di visum RS Polri. Hasil tidak ada kekerasan yang menyebabkan meninggal dunia,” ujar Darto.
Temuan tersebut menjadi salah satu informasi yang digunakan kepolisian dalam mendalami kasus ini. Namun, tidak ditemukannya tanda kekerasan pada tubuh korban belum dengan sendirinya memastikan penyebab kematian.
Penyidik masih mengumpulkan informasi dan mendalami berbagai aspek kejadian untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai peristiwa tersebut.
Edy menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan dugaan awal berdasarkan olah TKP belum menjadi kesimpulan akhir.
“Masih sedang didalami kembali,” ucapnya.
Hingga Minggu (11/10/26), kepolisian belum mengumumkan hasil akhir penyelidikan mengenai penyebab kematian korban. Penanganan perkara masih berlanjut untuk memastikan fakta-fakta di balik penemuan jasad di kamar kos tersebut. @yudi







