IndonesiaBuzz: Semarang, 14 April 2026 – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengintensifkan kesiapan pengamanan melalui Latihan Kesiapan Satuan yang digelar di Gedung Borobudur, Senin (13/4/26). Kegiatan ini tidak sekadar rutinitas tahunan, melainkan langkah strategis untuk memastikan kehadiran aparat kepolisian mampu menjamin keamanan sekaligus menghormati ruang demokrasi masyarakat.
Kapolda Jawa Tengah, Ribut Hari Wibowo, yang membuka langsung kegiatan tersebut menegaskan bahwa dinamika peringatan May Day tahun ini diperkirakan akan dipengaruhi berbagai isu strategis, mulai dari ketenagakerjaan, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, pemahaman situasi lapangan menjadi kunci dalam menentukan pola pengamanan yang tepat.
“Setiap tindakan harus dilakukan secara profesional sesuai eskalasi yang dihadapi, serta mengedepankan pelayanan yang humanis,” tegasnya.
Sebanyak 372 personel dari berbagai fungsi operasional tingkat Polres turut ambil bagian dalam pelatihan ini. Mereka terdiri dari Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Binmas, Kasat Samapta, hingga unsur kehumasan dan pengawasan internal. Keterlibatan lintas fungsi ini mencerminkan pendekatan pengamanan yang komprehensif, tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan komunikasi, negosiasi, serta pengendalian diri.
Materi pelatihan disusun secara menyeluruh, meliputi penegakan hukum terhadap potensi tindakan anarkis, teknik pengendalian massa, strategi negosiasi, hingga manajemen media. Selain itu, aspek pemenuhan hak asasi manusia turut menjadi perhatian utama, termasuk penanganan aksi yang melibatkan perempuan dan anak sebagai kelompok rentan.
Kapolda juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan melalui proses assessment guna meminimalisir kesalahan dalam pelaksanaan tugas. Pendekatan pencegahan diperkuat melalui strategi community policing (Polmas) serta optimalisasi cooling system dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan dengan tokoh masyarakat, serikat buruh, pelaku usaha, hingga komunitas lokal menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah selama peringatan May Day.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Artanto, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya kepekaan dan empati personel dalam mengawal penyampaian aspirasi publik.
“Di tengah dinamika demokrasi, kehadiran Polri yang humanis menjadi harapan bersama. Kami memastikan setiap personel tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga mampu menjalankan tugas dengan profesional dan empatik,” ujarnya.
Dengan penguatan kesiapan ini, Polda Jawa Tengah berharap pelaksanaan May Day dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif, sekaligus menjadi ruang yang sehat bagi buruh dalam menyampaikan aspirasi mereka. (Red – Ho Humas Polda Jateng).







