IndonesiaBuzz: Solo, 10 Mei 2025 — Pemerintah Kota Surakarta menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) untuk mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Solo, Jawa Tengah. Kolaborasi ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini masih jauh dari target.
Ketua Hipmi Solo, Wahyu Adi Wibowo, Jumat (9/5), mengungkapkan bahwa penunjukan Hipmi dilakukan langsung oleh Wali Kota Surakarta, Respati Ardi. “Pak Wali meminta Hipmi ikut ambil bagian dalam percepatan program ini, khususnya dengan menambah jumlah SPPG di berbagai titik,” ujar Wahyu.
Saat ini, Solo baru memiliki empat unit SPPG yang hanya mampu menjangkau sekitar 10 persen dari total kebutuhan. Padahal, menurut data yang ada, program MBG ditujukan untuk sekitar 115.000 hingga 140.000 siswa, sehingga diperkirakan dibutuhkan 40 hingga 45 unit SPPG secara keseluruhan.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Hipmi menyiapkan tiga skema percepatan. “Kami siapkan skema kombinasi antar-investor, penyediaan aset SPPG, dan akses permodalan melalui crowdfunding,” jelas Wahyu.
Menurutnya, skema crowdfunding menjadi solusi bagi investor yang kesulitan menyanggupi investasi mandiri antara Rp700 juta hingga Rp2 miliar. “Kami ingin program ini menjadi bisnis kolaboratif, jadi siapa pun bisa ikut berkontribusi,” tambahnya.
Hipmi Solo juga membuka pintu bagi investor dari luar kota, termasuk yang bukan anggota organisasi. Dengan strategi ini, pihaknya menargetkan penambahan dapur MBG secara signifikan dalam tahun ini.
Sementara itu, Deputi Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen (Purn) Suardi Samiran, menyebut Solo membutuhkan minimal 40 hingga 45 unit SPPG untuk menjangkau seluruh sasaran program MBG.







