IndonesiaBuzz: Wonogiri, 12 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri bergerak cepat menindaklanjuti musibah kebakaran Pasar Kota Wonogiri dengan membangun pasar darurat bagi ratusan pedagang terdampak. Pembangunan dimulai sejak Kamis (10/10/25) dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar sepuluh hari.
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, memastikan bahwa pembangunan pasar darurat menjadi langkah prioritas pemerintah daerah demi menjamin keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menargetkan pasar tersebut dapat beroperasi paling lambat pada Senin (20/10/25), meski tenggat waktu masih bersifat dinamis menyesuaikan kondisi lapangan.
“Begitu selesai dibangun, pasar darurat langsung bisa ditempati pedagang. Kami pastikan tidak ada pungutan apa pun dari pedagang terkait pembangunan ini,” tegas Setyo saat ditemui di Sport Tourism Center Pringgodani, Sabtu (11/10/25).
Lokasi pasar darurat akan tersebar di beberapa titik strategis di sekitar pasar lama, antara lain halaman parkir Pasar Kota Wonogiri, terminal bus dan nonbus sisi utara, serta area sekitar Stasiun Wonogiri. Skema penyebaran lokasi ini dirancang agar pedagang tetap memiliki akses yang mudah dijangkau pembeli sekaligus tidak mengganggu arus lalu lintas utama kota.
Selain fokus pada pembangunan fisik, Pemkab Wonogiri juga menyiapkan bantuan sosial (bansos) bagi para pedagang korban kebakaran. Setiap pedagang yang memiliki kios atau los di pasar tersebut akan menerima Rp1 juta, sedangkan bagi mereka yang memiliki lebih dari satu unit usaha akan mendapatkan bantuan proporsional.
“Pendataan sedang kami rampungkan dengan basis Nomor Induk Kependudukan (NIK), bukan SITU. Setelah data lengkap, bansos akan segera disalurkan,” jelas Bupati Setyo.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Wonogiri, Wahyu Widayati, merinci bahwa terdapat 749 pedagang terdampak, terdiri dari 189 pedagang kios dan 560 pedagang los. Secara keseluruhan, jumlah unit usaha yang terkena dampak langsung maupun tidak langsung mencapai 1.368 unit.
“Semula anggaran pasar darurat disiapkan sebesar Rp1,9 miliar, namun kemungkinan meningkat menjadi lebih dari Rp2 miliar karena jumlah pedagang yang perlu difasilitasi cukup besar,” terang Wahyu.
Langkah cepat Pemkab Wonogiri ini turut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang menyalurkan bantuan senilai Rp1 miliar. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kepada Bupati Setyo Sukarno saat meninjau lokasi kebakaran pada Kamis (9/10/25).
Kebakaran yang melanda Pasar Kota Wonogiri pada Senin (6/10/25) lalu menyebabkan ratusan pedagang kehilangan tempat usaha dan aset berharga. Namun di tengah keterpurukan itu, pemerintah daerah memastikan langkah pemulihan berjalan cepat, terukur, dan berpihak pada warga terdampak.
“Pasar tradisional adalah denyut ekonomi rakyat. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk membangunnya kembali, karena pasar masih sangat dibutuhkan masyarakat Wonogiri,” tegas Bupati Setyo menutup pernyataannya. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)





