IndonesiaBuzz : Madiun, 8 Oktober 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan signifikan angkutan penumpang sepanjang Januari-September 2026.
Volume perjalanan KAI Group bersama seluruh anak perusahaannya mencapai 394,44 juta perjalanan, bertambah sekitar 26 juta perjalanan atau tumbuh 7,06 persen dibandingkan periode yang sama 2025 sebanyak 368,43 juta perjalanan.
Capaian tersebut disampaikan dalam Temu Media, Railfans dan Influencer bersama Corporate Communications Kantor Pusat KAI yang digelar di RM Lombok Idjo, Kamis (8/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas perkembangan kinerja KAI Group sekaligus menjadi forum komunikasi dengan media, komunitas railfans dan influencer.
Vice President Corporate Communications KAI sekaligus VP Corporate Communications KAI Commuter, Anne Purba, turut menyampaikan perkembangan kinerja KAI Group dalam pertemuan tersebut.
Pertumbuhan terjadi pada sejumlah layanan penumpang. LRT Jabodebek mencatat kenaikan sekitar 18,94 persen, sedangkan KAI Wisata tumbuh sekitar 23,04 persen.
Pertumbuhan juga terjadi pada KAI Commuter, angkutan penumpang jarak lokal, serta sejumlah layanan lainnya.
Kenaikan tersebut memperlihatkan semakin tingginya pemanfaatan transportasi berbasis rel. Dalam sembilan bulan, jumlah perjalanan penumpang meningkat dari 368,43 juta perjalanan pada Januari-September 2025 menjadi 394,44 juta perjalanan pada periode yang sama 2026.
Pertumbuhan volume tersebut sekaligus menempatkan peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan sebagai tantangan KAI. Bertambahnya perjalanan penumpang perlu diikuti penguatan aspek keselamatan, kenyamanan, konektivitas antarmoda dan kesiapan kapasitas layanan.
Di sisi angkutan barang, KAI Group mencatat volume yang juga besar. Angkutan batu bara masih mendominasi dengan volume sekitar 41 juta ton, sedangkan angkutan non-batu bara mencapai sekitar 9,1 juta ton.
Dominasi batu bara menjadi salah satu ruang pengembangan bagi KAI untuk meningkatkan diversifikasi angkutan barang. Komoditas industri, pangan, peti kemas dan berbagai produk logistik lainnya berpotensi dikembangkan untuk memperkuat kontribusi angkutan non-batu bara.
Temu media tersebut juga menjadi sarana KAI memperkuat komunikasi publik dengan media, komunitas railfans dan influencer. Forum tersebut sekaligus membuka ruang masukan terkait perkembangan layanan dan kebutuhan pengguna transportasi kereta api.
Dengan capaian 394,44 juta perjalanan hingga September 2026, kereta api semakin berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat.
Pertumbuhan tersebut menjadi momentum sekaligus tantangan bagi KAI untuk mempertahankan kualitas pelayanan di tengah meningkatnya volume perjalanan. (@Arn/Tim)







