IndonesiaBuzz: Madiun, 2 Januari 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatatkan lonjakan signifikan dalam jumlah penumpang selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.
Dari 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025, sebanyak 86.414 pelanggan memilih kereta api sebagai moda transportasi utama, melampaui kapasitas tersedia sebanyak 141%.
Lonjakan ini menegaskan peran kereta api sebagai solusi transportasi yang nyaman, efisien, dan ramah lingkungan.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Kuswardojo, mengungkapkan apresiasinya kepada masyarakat yang telah menggunakan kereta api selama libur Nataru.
“Pelanggan tidak hanya menikmati perjalanan yang nyaman, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi polusi dan jejak karbon,” ujar Kuswardojo.
Perlu diketahui, Kereta api memiliki kapasitas angkut yang besar, dengan satu rangkaian kereta jarak jauh mampu menggantikan hingga 160 mobil pribadi atau 560 motor.
Hal ini menjadikan kereta api pilihan transportasi yang mendukung pengurangan emisi karbon, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Selain itu, PT KAI juga menghadirkan fitur inovatif Carbon Footprint pada aplikasi Access by KAI, memungkinkan pelanggan menghitung kontribusi mereka dalam mengurangi emisi karbon.
“Kereta api bukan hanya moda transportasi ramah lingkungan, tetapi solusi nyata untuk menciptakan kualitas udara yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tambah Kuswardojo.
Untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan sekaligus mendukung prinsip ramah lingkungan, PT KAI telah mengimplementasikan teknologi boarding face recognition di sejumlah stasiun.
Inovasi ini memungkinkan proses boarding tanpa tiket fisik, mengurangi penggunaan kertas, dan mendukung kelestarian lingkungan.
Bagi pelanggan di wilayah yang belum tersedia fitur ini, PT KAI tetap menyediakan opsi e-boarding melalui aplikasi Access by KAI, sebagai langkah kecil namun berdampak besar dalam mendukung transportasi berkelanjutan.
Melalui berbagai program dan inovasi, PT KAI berkomitmen memberikan layanan berkualitas, mendukung mobilitas masyarakat, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.
“Kami optimistis, dengan meningkatnya jumlah pelanggan yang menggunakan kereta api, kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs dapat terus diwujudkan,” tutup Kuswardojo.







