IndonesiaBuzz: Sukoharjo, 14 Oktober 2025 – Tragedi menimpa seorang siswa kelas XII SMK di Cawas, Klaten, berinisial MBF, yang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di Jalan Weru – Watukelir, tepatnya di Dusun Ngepung, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (14/10/25) sekitar pukul 09.00 WIB.
Korban yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di salah satu perusahaan alat berat itu meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Cawas, Klaten, akibat luka parah di bagian dada dan pundak.
Menurut informasi yang dihimpun, saat kejadian MBF menumpang di truk tronton bernomor polisi T 9061 TC yang mengangkut alat berat jenis loader dari perusahaan tempatnya PKL. Truk yang dikemudikan Samino, warga Desa Kunden, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, melaju dari arah utara ke selatan di jalur Weru – Watukelir.
Sesampainya di lokasi kejadian yang menurun, sopir diduga tidak mampu mengendalikan laju kendaraan. Truk yang membawa beban berat itu goyang dan loader di atas bak truk bergerak, hingga akhirnya menggencet tubuh korban yang berdiri di samping alat berat.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo Iptu Ardian Herlinanda, mewakili Kasatlantas AKP Doohan Octa Prasetya, membenarkan kejadian tersebut.
“Korban mengalami luka parah tulang pundak kanan dan dada patah, serta tidak sadarkan diri. Ia langsung dievakuasi ke RSI Cawas, namun meninggal dunia dalam perjalanan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (14/10/25).
Penyidik Satlantas Polres Sukoharjo telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kecelakaan tunggal tersebut. Berdasarkan hasil sementara, korban diketahui berdomisili di Desa Baran, Kecamatan Cawas, Klaten, dan merupakan siswa kelas XII SMK yang tengah mengikuti kegiatan PKL.
“Ini kecelakaan tunggal yang melibatkan truk tronton pengangkut alat berat. Posisi korban berada di bagian belakang truk. Saat truk goyang, alat berat bergerak dan menggencet tubuh korban,” jelas Ardian.
Polisi masih mendalami unsur kelalaian pengemudi maupun kelayakan pengikatan alat berat di atas truk. Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja yang melibatkan peserta magang, sekaligus menjadi peringatan penting bagi perusahaan dan sekolah untuk memperketat standar keselamatan siswa PKL di lapangan. (red)







