IndonesiaBuzz: Jakarta, 2 Oktober 2025 – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menanggapi kabar meninggalnya siswi SMKN 1 Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang dikaitkan dengan dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Budi mengakui telah menerima laporan resmi dari pemerintah daerah, namun menegaskan belum ada bukti yang menunjukkan keterkaitan langsung kematian dengan program tersebut.
“Saya sudah menerima laporan dari Kepala Dinas sana bahwa kematiannya itu terjadi berapa hari ya, mungkin tiga atau empat hari sesudah yang bersangkutan makan,” ujar Budi saat ditemui di kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (2/10/25).
Meski demikian, Menkes menilai otoritas yang paling berkompeten untuk menjelaskan detail kasus adalah Dinas Kesehatan Bandung Barat. “Kalau untuk kematiannya karena apa, saya rasa lebih baik ditanyakan ke sana,” tambahnya.
Sebelumnya, siswi berinisial BR dari SMKN 1 Cihampelas dilaporkan meninggal pada Selasa (30/9/25). Kabar ini memicu spekulasi lantaran pada 24 September lalu terjadi kasus keracunan massal MBG di sekolah yang sama, menimpa 121 siswa dengan gejala mual, pusing, kejang, hingga sesak napas.
Namun pihak sekolah memastikan BR tidak masuk dalam daftar korban MBG.
“Betul siswa kami ikut konsumsi MBG. Namun saat kejadian tidak tercatat masuk posko, puskesmas, maupun rumah sakit,” jelas Dady, salah satu guru SMKN 1 Cihampelas.
Kepala Puskesmas Cihampelas, Edah Jubaidah, juga menegaskan hal serupa. Menurutnya, BR tidak pernah menunjukkan gejala keracunan sejak kasus pertama kali terjadi.
“Bahkan Senin (29/9/25) dia masih masuk sekolah. Jeda waktu antara konsumsi MBG dengan munculnya gejala cukup panjang, sekitar 4 sampai 5 hari,” ungkap Edah.
Dengan demikian, hingga kini kematian BR belum dapat dipastikan terkait dengan program MBG. Pemerintah pusat menegaskan fokus utama tetap pada penyelidikan medis dan pengawasan distribusi MBG agar kejadian serupa tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. (red)





