Wednesday, October 28, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Humaniora Budaya

Karapan Sapi Madura, Tradisi Abadi yang Terus Berlari Mengikuti Zaman

by Jeje
September 19, 2025
Reading Time: 2 mins read
“Karapan Sapi Madura: Tradisi Abadi yang Terus Berlari Mengikuti Zaman”

Ilustrasi tukang tongkok (joki) yang berusaha mengendalikan arah sapi sambil mempertahankan keseimbangan. (foto Ilustrasi IndonesiaBuzz)

IndonesiaBuzz : Budaya – Debu membumbung tinggi di atas tanah lapang. Sepasang sapi pacu yang mengenakan kaleles perlengkapan kayu untuk menyangga joki melaju kencang, adu cepat melawan pasangan lain. Di atasnya, tukang tongkok (joki) berusaha mengendalikan arah sambil mempertahankan keseimbangan. Sorak sorai penonton yang memenuhi arena menambah semarak perlombaan. Inilah suasana Karapan Sapi, tradisi pacuan sapi khas Madura, Jawa Timur, yang tetap bertahan lintas generasi.

Setiap tahun, Karapan Sapi digelar di berbagai kabupaten di Pulau Madura, biasanya pada Agustus hingga September. Final perebutan Piala Bergilir Presiden digilirkan setiap tahun antar kabupaten. Untuk 2025, Kabupaten Bangkalan menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini, menggantikan tradisi lama yang dahulu selalu dipusatkan di Pamekasan.

Dalam perlombaan, lintasan pacu biasanya sepanjang 100 meter. Pertarungan adu cepat itu hanya berlangsung singkat sekitar 10 hingga 15 detik namun memerlukan kerja sama erat antara joki dan sapi pacu. Kategori lomba dibagi tiga, kelas sapi kecil, sedang, dan besar. Di balik gemuruh sorak penonton, banyak pihak terlibat, mulai dari pemilik sapi pacu, tukang tongkok, tukang tambeng (penahan tali kekang), tukang gettak (penggertak sapi), tukang tonja (penarik dan penuntun sapi), hingga tukang gubra (penyemangat sapi pacu).

Asal usul Karapan Sapi memiliki beberapa versi. Sebagian kisah menyebut Kyai Pratanu, tokoh penyebar Islam di akhir abad ke-16, yang memanfaatkan karapan sebagai sarana dakwah. Versi lain yang populer di Sumenep mengaitkan tradisi ini dengan Syekh Ahmad Baidawi atau Pangeran Katandur, mubaligh dari Kudus pada abad ke-17. Ia mengajarkan teknik bercocok tanam yang meningkatkan hasil panen. Sebagai ungkapan syukur, masyarakat mengadakan pacuan sapi. Dari kata Arab kirabah (persahabatan), tradisi ini kemudian dikenal sebagai kerapan.

BeritaTerkait

Kraton Surakarta Gelar Kirab Malam Selikuran, Padukan Ritual, Budaya, dan Syiar Islam

Sadranan Kajoran Jadi Simbol Sinergi Warga dan Karaton Surakarta

Kini, Karapan Sapi tak lagi sekadar hiburan rakyat atau penanda awal musim tanam tembakau. Tradisi ini telah terorganisir dengan baik dan berkembang menjadi simbol prestise sosial. Sapi pacu berkualitas tinggi kerap menjadi penanda status dan kebanggaan pemiliknya. Meski mengalami pergeseran fungsi, Karapan Sapi tetap menjadi warisan budaya yang memperkuat identitas masyarakat Madura dan daya tarik wisata budaya Indonesia. (red)

Tags: kebudayaanKerapan SapiKesenianKyai PratanumaduraSumenepSyekh Ahmad Baidawitukang tongkok
Share225SendScan

Trending

Pemerintah Tambah Transfer ke Daerah 2026 Jadi Rp720 Triliun
News

Pemerintah Tambah Transfer ke Daerah 2026 Jadi Rp720 Triliun

10 hours ago
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Barat Daya Gunungkidul, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
News

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Barat Daya Gunungkidul, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

10 hours ago
RSUD Caruban Periksa 156 Jemaah Haji Kabupaten Madiun, Layanan Berlangsung Tiga Hari
News

RSUD Caruban Periksa 156 Jemaah Haji Kabupaten Madiun, Layanan Berlangsung Tiga Hari

17 hours ago
Investasi Kabupaten Madiun Tembus 90 Persen, Pemkab Bidik Target Penuh
News

Investasi Kabupaten Madiun Tembus 90 Persen, Pemkab Bidik Target Penuh

17 hours ago
Uncategorized

kasyno xonbet — Nowoczesne i rzetelne kasyno online

18 hours ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

Pemerintah Tambah Transfer ke Daerah 2026 Jadi Rp720 Triliun

Pemerintah Tambah Transfer ke Daerah 2026 Jadi Rp720 Triliun

October 28, 2026
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Barat Daya Gunungkidul, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Barat Daya Gunungkidul, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

October 28, 2026

TERPOPULER

Peringati Hari Santri Nasional, Ratusan Santri di Bayat Klaten Gelar Kirab dan Ziarah Makam Ulama Pejuang

Woodball Ngawi Sabet Empat Medali di Kejurprov Kediri, Matangkan Persiapan POPDA XV Jatim 2026

Chord Gitar dan Lirik Mangu – Fourtwnty ft Charita Utami

Ekspor Gas Indonesia Dipangkas, Singapura Buka Opsi Energi Nuklir untuk Perkuat Ketahanan Energi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In