IndonesiaBuzz: Surakarta, 12 November 2025 – Dinamika suksesi di Kraton Surakarta Hadiningrat kembali menjadi sorotan publik. Setelah mangkatnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, proses regenerasi kepemimpinan berdetak cepat, berpuncak pada acara Jumeneng Dalem Nata Binayangkare S.I.S.K.S. Pakoe Boewono XIV yang dijadwalkan pada Sabtu, 15 November 2025.
Namun, penting untuk menggarisbawahi, acara akbar yang tercantum dalam Parentah Karaton (Surat Perintah Keraton) yang beredar bukanlah momen penetapan takhta. Jumeneng Dalem 15 November 2025 ini merupakan perayaan, syukuran, atau istilahnya resepsi untuk mengukuhkan status Raja yang telah resmi bertahta sejak beberapa hari sebelumnya.
Aksesi Regal yang Mendahului
Aksesi Pakubuwono XIV, yang semula bernama KGPAA Hamangkunegoro, dideklarasikan secara kilat pada Rabu, 5 November 2025. Deklarasi ini terjadi hanya tiga hari setelah mangkatnya Pakoe Boewono XIII dan dilakukan di tengah suasana duka, tepatnya saat upacara pelepasan jenazah di Sasana Sewaka.
Klaim kepemimpinan ini didasarkan pada Kintaka Rukma (mandat rahasia atau surat emas) dari mendiang Raja, sebuah dasar hukum dan spiritual yang kuat dalam tradisi keraton, sekaligus bertujuan menghindari kekosongan kekuasaan dan tarik ulur konsensus Sentana Dalem yang seringkali berlarut.
Dengan demikian, ketika Parentah Karaton mengundang para Abdi Dalem untuk hadir pada 15 November 2025, mereka sesungguhnya diundang untuk menyaksikan dan merestui pengukuhan resmi dari Raja yang telah bersabda dan mengikrarkan diri sejak 5 November.
Suara Sentana Dalem
Langkah cepat ini tentu memicu perbincangan di kalangan kerabat. Namun, dukungan dan pernyataan dari beberapa Sentana Dalem (kerabat) turut memperkuat legitimasi proses yang telah berjalan.
Menurut KPAAd. Nur Wijaya Adiningrat, pelaksanaan Jumeneng Dalem pada 15 November adalah bagian dari tata laksana yang tak terpisahkan.
“Raja sudah jumeneng (bertahta) pada tanggal 5 November 2025, ini adalah fakta. Acara hari Sabtu (15 November) adalah Jumeneng Dalem dalam artian perayaan, sebagai wujud syukur dan untuk mengukuhkan secara adat dan publik di hadapan seluruh Sentana dan Abdi Dalem. Tidak benar anggapan bahwa Beliau baru bertahta di tanggal 15,” tegas KPAAd. Nur Wijaya Adiningrat, Rabu (12/11/2025).
Pernyataan ini diperkuat oleh KPA. H. Andri Winarso Wartonagoro, yang melihat proses ini sebagai upaya menjaga kesinambungan tradisi sekaligus stabilitas keraton.
“Kami mengapresiasi kecepatan suksesi ini karena menghindari potensi friksi. Jumeneng Dalem sebagai resepsi ini sangat penting untuk menunjukkan kepada publik bahwa kepemimpinan kraton tetap utuh dan berjalan. Sinuhun sudah resmi, sekarang saatnya kita semua mendukung visi kepemimpinan Beliau ke depan,” ujar Wakil Direktur Utama PT. Sunan Nusantara Media atau Indonesiabuzz.com itu, Rabu (12/11/2025).
Harapan bagi Keraton
Proses yang menantang namun tegas ini diharapkan dapat mengakhiri potensi konflik berkepanjangan yang kerap melanda suksesi di Kraton Surakarta. Dengan dikukuhkannya S.I.S.K.S. Pakoe Boewono XIV melalui Jumeneng Dalem (resepsi) ini, harapan kini tertumpu pada kemampuan Raja baru untuk merangkul seluruh faksi, memimpin dalam semangat mikul dhuwur mendhem jero (menjunjung tinggi leluhur dan mengubur perbedaan), serta mengemban misi utama keraton sebagai pusat pelestarian budaya Jawa yang adi luhung.
Semoga Jumeneng Dalem ini menjadi babak baru bagi Karaton Surakarta Hadiningrat menuju harmoni dan kebesaran yang lestari. @indonesiabuzz







