IndonesiaBuzz: Ngawi, 19Januari 2026 – Keluhan masyarakat Kabupaten Ngawi terkait kerusakan parah Jalan Raya Ngawi-Solo akhirnya mendapat respons cepat dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, perbaikan jalan nasional yang sempat viral di media sosial kini mulai dilakukan secara bertahap.
Perbaikan dilaksanakan oleh PPK 2.2 Jawa Timur yang membawahi wilayah Ngawi bagian barat. Metode yang digunakan yakni pengupasan lapisan aspal lama yang rusak dengan ketebalan sekitar 6 hingga 10 sentimeter, kemudian dilapisi kembali menggunakan aspal baru. Salah satu titik perbaikan dilakukan di ruas jalan masuk Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Senin (19/1/26) siang.
“Untuk saat ini kami melakukan perbaikan menggunakan alat mesin pengupas. Aspal yang sudah rusak kami kupas, kemudian kami ganti dengan aspal baru dengan ketebalan sekitar 6 sampai 10 sentimeter,” jelas Candra Hervin, PPK 2.2 Jawa Timur, di lokasi pengerjaan.
Selain di Desa Kauman, perbaikan juga dilakukan secara rutin di sejumlah titik lain, yakni Kedungmiri, Karangbanyu, dan Sambirejo. Total panjang jalan yang ditangani di wilayah Ngawi Barat mencapai 7 kilometer. Sementara untuk ruas Ngawi-Maospati, perbaikan direncanakan sepanjang 3,83 kilometer.
“Untuk wilayah Ngawi Barat hari ini kami kerjakan dengan tiga tim packing, dan khusus di Kauman kami menggunakan alat berat. Jadi total ada empat tim perbaikan yang kami turunkan di Ngawi Barat,” ungkap Candra.
Terkait penyebab utama kerusakan jalan, Candra menyebut faktor cuaca ekstrem serta tingginya intensitas kendaraan over dimension dan over load (ODOL) sebagai penyumbang terbesar kerusakan jalan nasional tersebut.
“Kerusakan ini disebabkan cuaca ekstrem yang terjadi di Jawa Timur, dan juga kendaraan ODOL yang setiap hari melintas di jalur tengah ini. Sesuai aturan, jalan nasional hanya diperuntukkan bagi kendaraan dengan muatan sumbu terberat maksimal 10 ton. Namun di lapangan, banyak kendaraan yang muatannya melebihi, bahkan mencapai 20 sampai 30 ton. Jadi meskipun diperbaiki, potensi rusak kembali tetap ada,” terangnya.
Untuk mengantisipasi kerusakan berulang, pihak Kementerian PU berharap jembatan timbang di wilayah Jawa Timur dapat kembali diaktifkan secara optimal.
“Kami berharap jembatan timbang di seluruh Jawa Timur dapat diaktifkan kembali. Ini penting untuk meminimalisir kerusakan aspal seperti yang terjadi saat ini,” tambahnya.
Selain itu, menjelang arus mudik Lebaran 2026, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Jawa Timur-Bali memastikan akan melakukan perbaikan secara lebih intensif di jalur tengah jalan nasional Ngawi-Solo, guna menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. (Esaputra /Koresponden Ngawi)







