IndonesiaBuzz: Solo, 23 September 2025 – Grup Facebook “Gay Surakarta dan Sekitarnya” belakangan memantik perhatian publik. Komisioner Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo, Tommy Pranoto, mengingatkan bahwa Lelaki Seks Lelaki (LSL) termasuk kelompok berisiko tinggi dalam penularan HIV/AIDS.
“Komunitas populasi kunci yang rentan tertular dan menularkan ada lima LSL, pekerja seks perempuan, transgender, pemakai narkoba suntik, dan high risk man atau pelanggan,” kata Tommy saat ditemui di kantornya, Senin, (22/9/25).
Ia menuturkan, komunitas LSL lebih sulit teridentifikasi ketimbang transgender karena secara fisik mereka tampak seperti laki-laki pada umumnya. “Mereka masih berbaur dengan masyarakat. Komunitas ini sulit dimasuki orang luar,” ujarnya.
Meski belum secara spesifik menjangkau komunitas gay yang aktif di media sosial, KPA Solo bekerja sama dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk mendampingi kelompok rentan. “Setelah diketahui positif, ada LSM yang mendampingi untuk ikut terapi,” kata Tommy.
Data KPA mencatat, sepanjang Januari–Juni 2025 dari target 2.362 LSL, baru 1.065 orang atau 45 persen yang menjalani tes HIV. Hingga Juni 2025, ada 1.480 kasus HIV di Solo. Dari jumlah itu, 689 berkembang menjadi AIDS dan 186 meninggal dunia.
Untuk memperluas jangkauan, KPA mulai menerapkan pendekatan digital. “Semua pendamping pakai program digitalisasi. Pemberian informasi lewat digital. Tes bisa lewat digital juga,” kata Tommy.(red)







