IndonesiaBuzz: Solo, 24 Juni 2025 – Menjelang pelaksanaan Kirab Pusaka Satu Suro, Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menggelar gladi terakhir bagi kerbau bule keturunan Kyai Slamet yang akan menjadi cucuk lampah kirab, Kamis (26/6) dini hari. Prosesi ini dilaksanakan sesuai dhawuh (titah) dari Raja Kraton Kasunanan Surakarta, SISKS Pakoe Boewono XIII.
Dalam gladi tersebut, lima ekor kerbau bule tampak bersemangat menjalani rute dari kandang Mahesa di Alun-alun Kidul, mengelilingi kawasan Baluwarti, hingga kembali ke kandang. Prosesi juga diselingi dengan pemberhentian di Kamandungan, tempat para kerbau beristirahat dan diberi makan.
Kebo bule, yang diyakini membawa berkah dan memiliki nilai spiritual tinggi bagi masyarakat Surakarta, merupakan bagian sakral dari Kirab Satu Suro. Keturunan Kyai Slamet ini secara turun-temurun dipercaya sebagai penjaga spiritual kraton dan simbol pelindung dari marabahaya.
Pantauan langsung IndonesiaBuzz menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat yang hadir di lokasi. Banyak dari mereka berusaha mendekat dan menyentuh kerbau bule sebagai bentuk penghormatan dan harapan memperoleh keberkahan. Tak sedikit pula warga yang mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel.
“Saya sangat bahagia bisa melihat langsung kerbau pusaka milik Kraton Surakarta dari dekat. Biasanya hanya bisa melihat dari jauh karena tertutup penonton lain,” ujar Dina, warga Karanganyar yang datang khusus untuk menyaksikan gladi tersebut, Selasa (24/6/25) sore.
Ia juga berharap agar tradisi ini terus dilestarikan dan menjadi warisan budaya yang dapat dinikmati generasi mendatang.
“Semoga Kirab Pusaka ini tetap terjaga dan diwariskan turun-temurun,” tandasnya.


