IndonesiaBuzz: Sragen, 24 Oktober 2023 – Pemerintah Kabupaten Sragen melalui inisiatif Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, kembali menggelar Program Bupati Mengajar, dengan tujuan memberikan edukasi, semangat gotong royong, dan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat pendidikan politik dan demokrasi di kalangan pelajar. Acara yang dihelat di Aula SMA Negeri 1 Gemolong pada Jumat, 20 Oktober 2023, berhasil mempertemukan Bupati Sragen dengan 10 sekolah di wilayah tersebut.
Kehadiran Bupati Sragen pada acara tersebut memberikan semangat baru bagi generasi muda. Bupati Yuni Sukowati menyampaikan pesan penting kepada para siswa, mengingatkan mereka akan pentingnya meneruskan perjuangan yang telah dilakukan oleh para pendahulu bangsa.
Ia menekankan, bahwa saat ini adalah waktu bagi generasi muda untuk belajar dan bersiap menghadapi perubahan dunia yang cepat.
“Kalian tidak akan mungkin ada disini tanpa perjuangan para pendahulu kita. Untuk itu tugas kalian semua adalah meneruskan perjuangan itu. Kalau dulu kita berjuang dengan bambu runcing, dengan semangat yang sama sekarang saatnya kita belajar dengan segala macam perubahan dunia yang begitu cepat yang kita hadapi,” terangnya.
Dalam tema “Yang Muda Yang Bersuara, Berwawasan dan Cerdas Merawat Bangsa,” Bupati mengajak para pelajar untuk memahami sejarah perjuangan bangsa dan nilai-nilai yang telah dibentuk oleh founding father.
Ia juga mengingatkan tentang potensi ancaman seperti narkoba, paham yang menjauhi Pancasila, pergaulan bebas, dan pernikahan dini yang dapat merusak harga diri bangsa.
“Jangan sampai generasi saat ini mudah terpecah belah dengan apapun yang sedang menghadang. Berbagai hal yang bisa menggoyahkan kalian ada narkoba, adanya paham-paham yang menjauhi Pancasila, adanya pergaulan bebas yang meruntuhkan harga diri kita, pernikahan dini yang semakin tinggi prosentasenya. Padahal tanggung jawab bangsa ini ada dipundak kalian semua,” bebernya.
Sebagai Generasi Z, Bupati Sragen mendorong anak-anak muda agar tidak apatis terhadap situasi politik di Indonesia. Ia berharap mereka mengenal calon-calon pemimpin yang akan memimpin bangsa ini di masa depan.
“Melalui Pemilu kita memilih pemimpin mulai dari Presiden, Gubernur hingga Bupati atau Walikota, serta wakil rakyat yang dipilih secara langsung. Itulah para pemimpin kita yang harus dipilih melalui proses Pemilu,” katanya.
Dalam upayanya mengajak generasi Z untuk berpartisipasi aktif dalam Pemilu, Bupati Sragen menegaskan pentingnya setiap suara dalam menentukan masa depan bangsa.
“Luangkan waktu kalian untuk memilih dan mencoblos di tanggal 14 Februari 2024 nanti. Sebagai warga negara yang baik kita wajib memilih. Jangan apatis. Satu suara itu sangat bermakna untuk menentukan masa depan bangsa,” jelasnya.
Ia menjelaskan syarat pemilih pemula, yang harus berusia 17 tahun atau sudah menikah, dan mengingatkan bahwa pemilih pemula memiliki pengaruh besar dalam Pemilu 2024. Data KPU menunjukkan bahwa generasi Z akan menjadi 30% dari total pemilih, yang berjumlah 46 juta dari total 204 juta pemilih.
“Hari ini, ibu datang untuk menggugah pemikiran kalian tentang wawasan dan kehidupan berpolitik. Betapa pentingnya politik itu untuk membangun bangsa. Target partisipasi pemilih di Kabupaten Sragen di tahun 2024 adalah 79,5%,” ungkapnya.
Bupati Sragen mengajak pemilih pemula untuk mulai mencari tahu tentang calon Presiden dan calon wakil rakyat. Ia mendorong mereka untuk menjadi pemilih cerdas dengan mengetahui latar belakang, rekam jejak, program, dan visi misi calon pemimpin.
“Selamat memilih, selamat mengikuti pemilu. Jika kalian hobi berorganisasi inilah saatnya kalian belajar politik. Dan ini nanti yang akan membuat bangsa ini hebat. Jadilah pemilih yang cerdas,” tandasnya. @indonesiabuzz





