IndonesiaBuzz: Wonogiri, 27 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus memperkuat pengelolaan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark guna menjaga kelestarian warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan kekayaan budaya sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Revalidasi III UNESCO Global Geopark Gunung Sewu yang dijadwalkan pada 2027.
Persiapan tersebut dilakukan melalui kegiatan Pra-Revalidasi pada 24 hingga 27 Oktober 2026 di tiga wilayah, yakni Kabupaten Pacitan, Wonogiri, dan Gunungkidul. Rangkaian kegiatan meliputi kunjungan lapangan ke sejumlah situs geologi (geosite), koordinasi lintas daerah, evaluasi pengelolaan geopark, serta tindak lanjut atas rekomendasi hasil revalidasi pada 2023.
Dalam sambutan Bupati Wonogiri yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, FX Pranata, pada acara gala dinner Pra-Revalidasi III Gunung Sewu UNESCO Global Geopark di Azana Green Resort Pracimantoro, Minggu (25/10/2026) malam, ditegaskan bahwa pengakuan UNESCO merupakan kebanggaan sekaligus amanah besar yang harus dijaga bersama.
Pengelolaan geopark, menurut sambutan tersebut, harus berlandaskan tiga pilar utama, yakni konservasi, edukasi, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Ketiganya menjadi fondasi untuk memastikan pelestarian warisan bumi berjalan beriringan dengan pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.
Perkuat Konservasi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Pemkab Wonogiri menegaskan bahwa pengelolaan geopark tidak cukup hanya berorientasi pada pelestarian alam dan budaya. Potensi geologi, sejarah, serta kearifan lokal juga perlu dikembangkan menjadi daya tarik geowisata yang mampu membuka peluang usaha dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Sejumlah program edukasi dan promosi telah dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga warisan geopark. Di antaranya, program Geopark Goes to School di SMK Negeri 1 Pracimantoro, sosialisasi kepada masyarakat Dusun Mendak, Desa Petirsari, serta kegiatan Wonogiri Historical Trip dan Festival Geopark Gunung Sewu.
Masyarakat juga dilibatkan dalam kegiatan geowisata untuk memperkenalkan potensi geologi, sejarah, dan kehidupan lokal kepada pengunjung. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap geopark sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis potensi daerah.
Melalui keterlibatan masyarakat, pengembangan geopark diharapkan tidak hanya menghasilkan manfaat bagi sektor pariwisata, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan dan keberlanjutan budaya lokal.
Evaluator Kunjungi Tiga Geosite, Sejumlah Aspek Jadi Perhatian
Dalam rangkaian Pra-Revalidasi di Kabupaten Wonogiri, Senin (26/10/2026), rombongan evaluator mengunjungi tiga lokasi, yakni Goa Potro Bunder, Museum Karst Indonesia, dan Lembah Kering Purba Giritontro.
Selain meninjau lokasi, rombongan juga berdiskusi bersama masyarakat di Balai Dusun Mendak. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap potensi geosite, ketersediaan fasilitas pendukung, pelaksanaan edukasi, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan geopark.
Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam persiapan revalidasi pada 2027. Hal itu mencakup peningkatan informasi dan promosi geopark, penguatan fasilitas, pengembangan jejaring pendidikan, mitigasi bencana, serta penyempurnaan rencana induk pengelolaan.
Pelestarian budaya lokal, termasuk batik tradisional dan Wayang Beber, juga menjadi bagian penting dalam penguatan identitas kawasan. Selain itu, pengembangan kemitraan di tingkat nasional maupun internasional terus didorong untuk memperluas jejaring kerja sama dan meningkatkan kualitas pengelolaan geopark.
Melalui rangkaian persiapan tersebut, Pemkab Wonogiri bersama para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat pengelolaan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark secara terpadu.
Upaya ini tidak hanya ditujukan untuk menghadapi proses revalidasi UNESCO pada 2027, tetapi juga memastikan warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya tetap lestari serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan Gunung Sewu. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







