IndonesiaBuzz: Jakarta, 6 Oktober 2026 – Sebanyak 13 perwakilan buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menemui Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Listyo Sigit Prabowo di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/10/26).
Pertemuan tersebut berlangsung setelah massa buruh menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta. Salah satu perwakilan buruh yang hadir adalah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea.
“Iya, hari ini ketemu Pak Sigit (KSP),” kata Andi Gani kepada wartawan sebelum pertemuan.
Ke-13 perwakilan buruh kemudian diterima langsung oleh Listyo Sigit. Pertemuan digelar di Gedung Bina Graha sebagai tindak lanjut dari rangkaian aksi buruh yang berlangsung di kompleks parlemen.
Buruh Demo Saat DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Aksi buruh di kompleks DPR berlangsung bertepatan dengan agenda rapat paripurna pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi undang-undang.
Dalam rapat paripurna yang digelar Selasa (6/10/2026), DPR bersama pemerintah resmi mengesahkan RUU tersebut menjadi UU Pelindungan Ketenagakerjaan.
Pengesahan tersebut menjadi salah satu agenda utama yang mengiringi aksi massa buruh di sekitar Gedung DPR RI.
Usai rapat paripurna, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad turun menemui massa buruh untuk menyampaikan secara langsung hasil rapat paripurna.
Dasco mengatakan pimpinan DPR datang setelah menerima permintaan dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia agar hasil rapat paripurna disampaikan langsung kepada massa.
“Pimpinan dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia meminta kami, Pimpinan DPR, untuk menyampaikan secara langsung hasil Paripurna DPR RI pada hari ini,” kata Dasco.
Dasco Minta Massa Bubarkan Diri dengan Tertib
Setelah menyampaikan hasil pengesahan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Dasco berharap massa buruh segera meninggalkan lokasi aksi secara tertib.
Menurut Dasco, pembubaran massa diperlukan karena kondisi lalu lintas di sekitar kompleks DPR mulai dipadati kendaraan, sementara aktivitas masyarakat masih berlangsung pada jam kerja.
“Supaya juga kemudian setelah penyampaian mereka dapat dengan tertib membubar karena ini juga jam kerja. Saya lihat di jalan-jalan tadi penuh,” ujarnya.
Setelah aksi di DPR dan pengesahan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, pertemuan 13 perwakilan buruh dengan KSP Listyo Sigit menjadi rangkaian lanjutan dialog antara kelompok buruh dan pemerintah.
Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan buruh menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah melalui Kepala Staf Kepresidenan. @yudi
