IndonesiaBuzz : Madiun, 1 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten Madiun memperkuat Paguyuban Kampung Pesilat sebagai bagian dari sistem deteksi dini potensi konflik antarperguruan pencak silat.
Penguatan kelembagaan tersebut diarahkan untuk mempercepat komunikasi, mencegah perselisihan, sekaligus membuka ruang penyelesaian persoalan secara damai di tengah masyarakat.
Upaya tersebut dibahas dalam Sarasehan Implementasi Budaya Damai dan Penguatan Kelembagaan yang digelar di Aula Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Kamis (1/10/2026).
Sarasehan melibatkan Babinkamtibmas, kepala desa, serta anggota Paguyuban Kampung Pesilat. Pemerintah daerah mendorong paguyuban tidak berhenti sebagai forum komunikasi, tetapi mampu menjadi ruang koordinasi ketika muncul persoalan yang berpotensi berkembang menjadi konflik.
Pembinaan paguyuban dilakukan secara berjenjang mulai tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. Pertemuan dijadwalkan berlangsung setiap bulan di tingkat desa dan setiap dua bulan di tingkat kabupaten.
Pola tersebut diharapkan menjaga komunikasi antarpengurus sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh perguruan pencak silat dan masyarakat.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan penguatan Kampung Pesilat telah memiliki dasar regulasi melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 48 Tahun 2025 tentang Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia.
“Langkah awal secara regulasi sudah kita buatkan melalui Perbup 48 kaitannya dengan pencak silat. Kemudian kita wadahi forum komunikasi dari teman-teman pencak silat, mulai tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten melalui Paguyuban Kampung Pesilat,” ujar Bupati.
Selain penguatan kelembagaan, Pemkab Madiun menyiapkan pengembangan identitas Kampung Pesilat melalui pembangunan infrastruktur dan media edukasi.
Salah satunya berupa kawasan Delta atau Monumen Kampung Pesilat yang direncanakan dibangun di sebelah selatan Alun-Alun Madiun.Pemkab juga merencanakan pembangunan sinema edukatif tentang pencak silat. Kedua fasilitas tersebut ditargetkan mulai terealisasi pada 2027.
“Kita berrencana membangun kawasan Delta atau Monumen Kampung Pesilat di sebelah selatan Alun-Alun.dan sinema edukatif tentang pencak silat targetnya dapat terealisasi pada 2027 mendatang,” ujar Bupati.
Penguatan Kampung Pesilat tidak hanya diarahkan untuk menjaga kondusivitas daerah. Pemerintah Kabupaten Madiun juga menempatkannya sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas daerah, mengembangkan nilai budaya damai, serta membuka peluang pengembangan ekonomi lokal dan sektor pariwisata.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh perguruan pencak silat dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga komunikasi serta mencegah persoalan di lapangan berkembang menjadi konflik yang lebih luas. (@Arn/Hms)







