IndonesiaBuzz: Banten, 12 September 2026 – Pelampung yang ditemukan dalam operasi pencarian hari ketiga terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan bukan bagian dari peralatan keselamatan Kapal Arupadhatu 1.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan kepastian itu diperoleh setelah pihak kepolisian meminta keterangan pemilik Kapal Arupadhatu 1, Sandi.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan merupakan milik Kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan. Life jacket warna oranye dan pelampung warna putih bukan alat-alat keselamatan yang dimiliki oleh kapal Arupadhatu,” kata Hengki di Pos SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/26).
Sandi membenarkan hasil pemeriksaan tersebut. Menurut dia, life jacket berwarna oranye dan pelampung putih yang ditemukan KAL Anyer I-3-64 dalam operasi pencarian hari ketiga bukan merupakan perlengkapan keselamatan Kapal Arupadhatu 1.
“Saya tadi sudah dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib, boleh Polairud, saya pastikan (pelampung) bukan milik saya,” ujar Sandi.
Sandi menjelaskan, Kapal Arupadhatu 1 telah dilengkapi peralatan keselamatan ketika berangkat membawa rombongan jurnalis menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Peralatan tersebut, kata dia, terdiri atas sejumlah life jacket dengan warna yang beragam.
“Saya tidak bisa memastikan life jacket, karena warnanya di masing-masing kapal beragam, ada biru, merah, tapi itu minimal ada 10 karena life jacket itu kalau milik kita untuk wisata, itu digunakan untuk snorkeling oleh tamu-tamu, jadi, dipastikan lebih dari 10,” tuturnya.
Dengan hasil pemeriksaan tersebut, temuan life jacket dan pelampung dalam pencarian hari ketiga belum memberikan petunjuk bahwa benda tersebut merupakan perlengkapan keselamatan milik Kapal Arupadhatu 1.
Memasuki hari keempat operasi, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperluas pencarian terhadap delapan orang yang masih belum diketahui keberadaannya. Sebanyak 13 kapal dan unsur pendukung dikerahkan dan dibagi ke dalam empat sektor.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan unsur yang dikerahkan dalam operasi tersebut meliputi KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB Pulau Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu.
“Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor,” kata Al Amrad.
Pencarian melalui jalur laut dibagi menjadi enam sektor, yakni T, U, Z, W, X, dan Y, dengan cakupan area sekitar 2.537 mil laut persegi. Sementara pencarian dari udara melalui Sektor H mencakup area sekitar 2.063 mil laut persegi.
Al Amrad menegaskan keselamatan seluruh personel SAR tetap menjadi prioritas dalam operasi tersebut. Kondisi perairan Selat Sunda yang dinamis menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam pelaksanaan pencarian.
“Kami akan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan kami evaluasi dan setiap informasi yang berpotensi memberikan petunjuk akan segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Kondisi cuaca di wilayah pencarian diperkirakan cerah berawan hingga berawan. Angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10-20 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 2,5 meter.
Selain kapal-kapal SAR, pencarian juga diperkuat dengan pemantauan dari udara menggunakan Helikopter HR-3604 dan dua unit Drone Thermal Basarnas.
Peristiwa hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal bermula pada Senin (7/9/2026). Rombongan berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB.
Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik di wilayah tersebut. Namun, kapal yang membawa rombongan kemudian hilang kontak dan hingga kini belum ditemukan.
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis, yakni Muhammad Bagus Khoirunas dari ANTARA, Arie Basuki dari merdeka, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu.
Selain kelima jurnalis tersebut, terdapat tiga orang lainnya di dalam kapal, yakni nakhoda, seorang anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.
Operasi pencarian akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan unsur laut dan udara serta mengevaluasi setiap informasi yang berpotensi mengarah pada keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian. @yudi







