IndonesiaBuzz: Jakarta, 2 September 2026 – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan tenaga kesehatan dapat mengakses Rekam Medis Elektronik (RME) pasien melalui ekosistem SATUSEHAT dalam kondisi darurat, termasuk ketika pasien tidak sadarkan diri atau tidak mampu memberikan persetujuan.
Akses tersebut dilakukan melalui mekanisme persetujuan emergency agar tenaga kesehatan dapat segera memperoleh informasi medis yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan demi keselamatan pasien.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya mengatakan kemudahan akses dalam situasi darurat tetap diikuti dengan mekanisme perlindungan terhadap kerahasiaan data pasien.
“Kemudahan akses tersebut tetap disertai dengan perlindungan terhadap kerahasiaan data pasien. Pada kondisi non-gawat darurat, akses RME diberikan setelah pasien memberikan persetujuan melalui kode akses enam digit yang dihasilkan melalui SATUSEHAT Mobile,” kata Azhar di Jakarta, Rabu (2/9/26).
Menurut Azhar, setiap riwayat akses terhadap rekam medis tetap dapat diketahui oleh pasien melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile. Dengan mekanisme tersebut, akses informasi kesehatan tidak hanya dibuat mudah bagi tenaga kesehatan, tetapi juga tetap memperhatikan aspek privasi dan keamanan data pasien.
SATUSEHAT RME diluncurkan Kemenkes sebagai bagian dari transformasi digital kesehatan untuk mengintegrasikan data kesehatan pasien dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).
Melalui sistem tersebut, riwayat kesehatan pasien dapat tersambung secara berkesinambungan sehingga informasi medis tetap tersedia ketika pasien berpindah fasilitas kesehatan atau menjalani proses rujukan.
Implementasi SATUSEHAT RME dilakukan secara bertahap di sejumlah Fasyankes, di antaranya RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dan RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta. Selanjutnya, penerapan diperluas ke seluruh Fasyankes yang telah terintegrasi dengan ekosistem SATUSEHAT.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan salah satu keunggulan sistem tersebut adalah penyimpanan data yang berbasis individu, bukan berdasarkan fasilitas kesehatan.
“Data ini disimpannya bukan berbasis Fasyankes, tetapi berbasis individu. Jadi, ketika seseorang melakukan pemeriksaan di berbagai fasilitas kesehatan, seluruh data tersebut dapat terhubung dalam satu akun kesehatan milik pasien,” ujar Budi.
Data yang terintegrasi meliputi diagnosis, hasil pemeriksaan laboratorium, obat, tindakan medis, tanda vital, hingga hasil radiologi.
Dengan integrasi tersebut, pasien tidak lagi harus membawa berkas rekam medis secara fisik ketika berpindah atau dirujuk ke fasilitas kesehatan lain.
Selain memudahkan pasien, SATUSEHAT RME ditujukan untuk membantu tenaga kesehatan memperoleh gambaran kondisi medis pasien secara lebih lengkap sebelum menentukan tindakan.
Misalnya, hasil pemeriksaan laboratorium yang sebelumnya dilakukan di satu Fasyankes dapat diakses oleh Fasyankes lain apabila pasien memberikan persetujuan. Dengan demikian, pemeriksaan yang sama dapat dihindari apabila hasilnya masih relevan secara klinis.
Budi mencontohkan kondisi pasien yang dirujuk dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Dalam sistem yang terintegrasi, dokter di fasilitas kesehatan penerima dapat mengetahui informasi kesehatan pasien tanpa harus menunggu seluruh data dibawa dan dimasukkan kembali secara manual.
“Kalau rumah sakit A mau merujuk ke rumah sakit B, tidak perlu lagi semua data dibawa dan dimasukkan secara manual. Data sudah tersambung, sehingga dokter yang menerima di IGD sudah dapat mengetahui kondisi kesehatan pasien,” katanya.
Di sisi lain, pasien yang memiliki profil SATUSEHAT Mobile dan telah terverifikasi juga dapat mengakses resume medis secara mandiri melalui fitur Resume Medis.
Fitur tersebut memungkinkan pasien melihat informasi kesehatan setelah mendapatkan pemeriksaan, konsultasi, maupun tindakan medis.
Budi menilai akses tersebut penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga memiliki kendali yang lebih besar terhadap informasi kesehatannya.
“Tujuan utama dari sistem SATUSEHAT ini adalah supaya pasien tahu setiap saat kondisi kesehatannya seperti apa. Sama seperti kita bisa melihat kondisi keuangan melalui mobile banking, dengan ini kita bisa melihat kondisi kesehatan kita,” ujar Budi.
Dengan demikian, SATUSEHAT RME diarahkan bukan sekadar menjadi sistem penyimpanan data digital, melainkan bagian dari transformasi teknologi kesehatan untuk membangun pelayanan yang lebih terhubung, cepat, tepat, aman, dan berkesinambungan.
Di tengah kebutuhan penanganan medis yang kerap menuntut keputusan cepat, integrasi rekam medis diharapkan mampu mempertemukan dua kepentingan sekaligus akses informasi yang dibutuhkan tenaga kesehatan untuk menyelamatkan pasien dan perlindungan terhadap kerahasiaan data pribadi pasien.







