IndonesiaBuzz: Jakarta, 3 Agustus 2026 – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand, Anutin Charnvirakul, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/26). Kunjungan tersebut menjadi lawatan resmi pertama Anutin ke Indonesia sejak menjabat sebagai kepala pemerintahan Thailand sekaligus menandai babak baru penguatan hubungan bilateral kedua negara.
Anutin tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 16.53 WIB setelah iring-iringan kendaraannya melintasi kawasan Monumen Nasional (Monas). Penyambutan berlangsung meriah dengan pengawalan pasukan berkuda yang membawa bendera Indonesia dan Thailand serta personel Polisi Militer bermotor. Ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan turut memadati kawasan Monas hingga Istana Merdeka sambil mengibarkan bendera kedua negara sebagai simbol persahabatan.
Di sepanjang perjalanan menuju Istana, Anutin beberapa kali menyapa para pelajar dengan membentuk gestur hati menggunakan kedua tangannya. Setibanya di kompleks Istana Kepresidenan, ia disambut pertunjukan tarian tradisional Indonesia sebelum Presiden Prabowo menyambut langsung kedatangannya di bawah tangga Istana Merdeka. Kedua pemimpin kemudian berjabat tangan dan mengikuti rangkaian upacara penyambutan kenegaraan.
Prosesi resmi diawali dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia dan Thailand yang diiringi dentuman 21 kali meriam kehormatan. Setelah itu, Presiden Prabowo dan PM Anutin melakukan pemeriksaan pasukan kehormatan sebelum saling memperkenalkan anggota delegasi masing-masing.
Dalam penyambutan tersebut, Presiden Prabowo didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak, serta Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria.
Usai upacara penyambutan, kedua pemimpin menuju Ruang Kredensial Istana Merdeka untuk penandatanganan buku tamu kenegaraan dan sesi foto bersama. Agenda dilanjutkan dengan pertemuan empat mata secara tertutup di ruang kerja Presiden sebelum memasuki pertemuan bilateral yang melibatkan delegasi kedua negara.
Kunjungan kerja PM Anutin ke Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 3 hinggs 4 Agustus 2026. Dalam lawatan tersebut, ia didampingi Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow.
Salah satu agenda utama kunjungan ini adalah penyelenggaraan Leaders’ Consultation ke-2 antara Indonesia dan Thailand. Forum tingkat tinggi tersebut akan membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan kerja sama di bidang keamanan, pemberantasan kejahatan lintas negara, perdagangan dan investasi, ketahanan pangan dan energi, hingga peningkatan hubungan antarmasyarakat (people-to-people relations) serta kerja sama kawasan dalam kerangka ASEAN.
Selain membahas isu-isu prioritas, kedua pemimpin juga dijadwalkan mengumumkan Roadmap on Strategic Partnership 2026-2030, sebuah peta jalan yang akan menjadi acuan pengembangan hubungan bilateral Indonesia-Thailand dalam lima tahun ke depan. Dokumen tersebut diharapkan menjadi landasan untuk memperluas kolaborasi di sektor ekonomi, politik, keamanan, hingga pembangunan berkelanjutan.
Di luar agenda kenegaraan, PM Anutin juga dijadwalkan membuka Forum Bisnis Thailand-Indonesia yang mempertemukan pelaku usaha kedua negara guna mendorong peningkatan investasi dan perdagangan. Selain itu, ia akan menyampaikan pidato di Sekretariat ASEAN bertajuk The Future of ASEAN, yang menyoroti arah dan tantangan organisasi kawasan dalam menghadapi dinamika geopolitik dan ekonomi global.
Kunjungan resmi ini mencerminkan eratnya hubungan diplomatik Indonesia dan Thailand yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade. Di tengah meningkatnya tantangan regional dan global, kedua negara berupaya memperkuat kemitraan strategis melalui kerja sama yang lebih komprehensif, sekaligus mempertegas peran sentral ASEAN sebagai pilar stabilitas, pertumbuhan ekonomi, dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara. @yudi







