IndonesiaBuzz : Madiun, 5 Juni 2026 – Sparta Pena FC Madiun mengawali kiprahnya di Grup D Kapolres Cup HUT Bhayangkara ke-80 dengan hasil positif usai menaklukkan Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Madiun dengan skor 5-3, Kamis (4/6/2026).
Kemenangan tersebut mengantarkan tim media itu memuncaki klasemen sementara Grup D dengan raihan tiga poin.
Sejak peluit awal dibunyikan, Sparta Pena FC tampil agresif dan langsung mengambil kendali permainan. Tim yang diperkuat para jurnalis senior itu mampu membangun tekanan hingga membuka keunggulan melalui gol Gatot.
Dominasi Sparta Pena FC terus berlanjut sepanjang babak pertama. Serangan yang dibangun berhasil membuahkan tambahan gol sehingga mereka menutup paruh pertama dengan keunggulan 4-1.
Namun, situasi pertandingan berubah setelah salah satu pemain Sparta Pena FC menerima kartu merah menjelang akhir babak pertama. Kondisi tersebut dimanfaatkan PKDI Kabupaten Madiun untuk meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua.
Unggul jumlah pemain, PKDI sempat memperkecil ketertinggalan lewat tambahan dua gol. Meski demikian, Sparta Pena FC tetap mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir dengan skor 5-3.
Usai pertandingan, Manajer Sparta Pena FC, Wiwit Eko Prasetyo, menyebut kemenangan itu tidak lepas dari kekompakan seluruh pemain di lapangan.
“Alhamdulillah hari ini teman-teman bermain kompak. Semua pemain mampu menjalankan perannya masing-masing di lapangan sehingga pertandingan bisa berjalan sesuai harapan,” ujarnya.
Wiwit menegaskan timnya tidak hanya menargetkan lolos dari fase grup dalam turnamen tersebut.
“Target kami tentu menjadi juara di Kapolres Cup tahun ini,” tegasnya.
Kapten Sparta Pena FC, Bormanto, mengatakan komunikasi antarpemain menjadi faktor penting di balik penampilan timnya.
“Kami tidak ada persiapan khusus, baik fisik maupun teknik. Yang terpenting komunikasi tetap berjalan dan Alhamdulillah semua pemain bisa kompak,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara menilai turnamen Kapolres Cup menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri, media, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Madiun.
“Turnamen ini menjadi wadah memperkuat silaturahmi dan kebersamaan. Kami berharap seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas serta bersama-sama mendukung Polri agar di usia ke-80 semakin profesional dan semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.







