IndonesiaBuzz: Wonogiri, 19 Mei 2026 – Jajaran Kepolisian Resor Wonogiri terus memperluas pendekatan humanis kepada generasi muda melalui kegiatan kreatif berbasis digital. Salah satunya diwujudkan lewat penyelenggaraan turnamen Mobile Legends Bang Bang bertajuk “Kapolsek Cup” yang digelar serentak di sejumlah wilayah di Kabupaten Wonogiri pada 18 hingga 19 Mei 2026.
Turnamen esport tersebut dilaksanakan di wilayah Kecamatan Tirtomoyo, Puhpelem, dan Paranggupito sebagai wadah penyaluran minat dan bakat generasi muda di bidang gim kompetitif sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan kalangan pelajar maupun pemuda.
Di Kecamatan Tirtomoyo, turnamen “Kapolsek Cup Seri 3 Tahun 2026” digelar di SMK Muhammadiyah 6 Tirtomoyo, Selasa (19/5/26). Kegiatan dibuka langsung Kapolsek Tirtomoyo IPTU Yuni Tri Suwarno Putra, SH., MH., dan diikuti lima tim peserta, yakni BOOYAH, VROTEXUS, KAGE, DEAT S, dan BSK.
Dalam kompetisi tersebut, tim VROTEXUS berhasil keluar sebagai juara pertama dan berhak mewakili wilayah Tirtomoyo pada ajang Kapolres Cup Wonogiri MLBB 2026 tingkat kabupaten.
Sementara itu, di Kecamatan Puhpelem, turnamen Mobile Legends Bang Bang Kapolsek Cup Volume 2 Tahun 2026 digelar di Aula Mapolsek Puhpelem, Senin (18/5/2026). Kegiatan dipimpin Kapolsek Puhpelem IPTU Prasetyo Hadi Kusumo, SH., dengan melibatkan sejumlah tim pelajar dari wilayah setempat.
Tim KUTU LONCAT berhasil menjadi juara pertama usai menaklukkan KARANG BATU pada partai final dan dipastikan melaju ke kompetisi tingkat Polres Wonogiri.
Adapun di wilayah Paranggupito, turnamen Kapolsek Paranggupito Cup Seri 3 Tahun 2026 berlangsung di Mapolsek Paranggupito, Selasa (19/5/2026), dipimpin Kapolsek Paranggupito AKP Sutrisyanto, SH., bersama personel Bhabinkamtibmas dan panitia turnamen.
Dua tim peserta turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut, yakni SMAPAGA ESPORT dan PUTRI SMAPAGA. Hasilnya, SMAPAGA ESPORT berhasil meraih posisi juara pertama dan akan menjadi wakil Kecamatan Paranggupito pada turnamen tingkat Polres.
Kasihumas Polres Wonogiri Anom Prabowo, mewakili Kapolres Wonogiri Wahyu Sulistyo, mengatakan turnamen esport tersebut merupakan bagian dari strategi pendekatan humanis Polri kepada generasi muda melalui ruang-ruang aktivitas yang dekat dengan kehidupan mereka.
“Melalui kegiatan ini, Polri ingin hadir lebih dekat dengan kalangan pelajar dan pemuda melalui kegiatan yang positif, edukatif dan kompetitif. Selain sebagai ajang silaturahmi, turnamen ini juga menjadi wadah menyalurkan bakat generasi muda di bidang esport agar terhindar dari kegiatan negatif,” ujar AKP Anom.
Menurutnya, perkembangan esport di kalangan generasi muda tidak dapat dipandang sekadar hiburan semata. Jika diarahkan secara sehat dan sportif, esport dapat menjadi ruang pembinaan karakter, kerja sama tim, disiplin, hingga pengembangan prestasi digital.
Polres Wonogiri, lanjut Anom, mendukung perkembangan ekosistem esport yang sehat dengan tetap menanamkan nilai sportivitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial di tengah pesatnya budaya digital di kalangan remaja.
Ia juga mengajak generasi muda menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif melalui aktivitas positif yang produktif.
Seluruh rangkaian turnamen berlangsung aman dan tertib dengan antusiasme tinggi dari peserta maupun pendukung yang hadir di masing-masing lokasi pertandingan.
Di tengah perubahan pola interaksi generasi muda yang semakin lekat dengan dunia digital, turnamen esport seperti ini menunjukkan bagaimana institusi kepolisian mulai membangun pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap budaya anak muda. Esport tidak lagi dipandang hanya sebagai permainan, tetapi juga ruang sosial baru yang dapat dimanfaatkan untuk membangun komunikasi, pembinaan karakter, dan kedekatan antara aparat dengan masyarakat muda. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







