IndonesiaBuzz: Tuban, 17 Mei 2026 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tuban, Sabtu (16/5/26), dalam rangka memperkuat agenda ketahanan pangan nasional melalui panen raya jagung serentak, pembangunan infrastruktur logistik pangan, hingga peluncuran program layanan pangan Polri.
Kunjungan tersebut menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian nasional di tengah tantangan stabilitas pangan global. Setelah bertolak dari Kabupaten Nganjuk, rombongan Presiden tiba di Lapangan Desa Pucangan, Kecamatan Montong, dan disambut Bupati Tuban, Komandan Korem 082/Citra Panca Yudha Jaya, Kapolres Tuban, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.
Dari lokasi tersebut, Presiden melanjutkan perjalanan menuju Dusun Bribin, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak. Sepanjang perjalanan, warga tampak memadati sisi jalan untuk menyambut kedatangan kepala negara.
Dalam kunjungan itu, Prabowo menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026, melakukan groundbreaking pembangunan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, sekaligus melaunching operasional 166 SPPG Polri. Kehadiran sejumlah program tersebut dinilai menjadi bentuk integrasi antara sektor pertanian, distribusi logistik, dan penguatan cadangan pangan nasional.
Presiden menegaskan bahwa Kabupaten Tuban dipilih karena memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan dinilai mampu menjadi salah satu pusat penguatan ketahanan pangan nasional di Jawa Timur.
“Kabupaten Tuban dipilih sebagai salah satu lokasi kegiatan karena dinilai memiliki potensi besar pada sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Prabowo.
Menurut Presiden, penguatan ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut kesiapan infrastruktur distribusi dan penyimpanan hasil pertanian. Karena itu, pembangunan gudang pangan dan pengoperasian fasilitas pendukung menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan nasional.
Prabowo juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga kelompok tani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjelaskan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 dilaksanakan secara bersamaan di 36 Polda seluruh Indonesia dengan total luas lahan mencapai 189,7 ribu hektare.
Dari jumlah tersebut, wilayah Polda Jawa Timur menjadi penyumbang area panen terbesar dengan luas mencapai 43,2 ribu hektare.
“Panen jagung hari ini berasal dari 1.608 hektare. Lahan Polda Jatim menjadi penyumbang panen terbanyak yaitu sekitar 650 hektare,” kata Kapolri.
Khusus di Dusun Bribin, luas lahan panen mencapai 101,5 hektare yang dikelola empat kelompok gabungan tani (Gapoktan). Dari area tersebut, hasil panen diperkirakan mencapai 609 ton jagung dan akan diserap oleh Perum Bulog untuk menjaga ketersediaan stok pangan nasional.
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Tuban sebagai lokasi agenda nasional tersebut. Menurutnya, momentum ini menjadi pengakuan atas peran strategis daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Bupati yang akrab disapa Mas Lindra itu menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, aparat keamanan, dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
“Pemkab Tuban akan terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penguatan infrastruktur pertanian, pendampingan petani, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern,” ujarnya.
Ia berharap kunjungan Presiden mampu memberi dorongan moral sekaligus meningkatkan optimisme petani di tengah upaya pemerintah memperkuat sektor pangan nasional.
Di tengah dinamika ekonomi global dan ancaman krisis pangan dunia, langkah pemerintah mempercepat pembangunan sektor pertanian dinilai menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas nasional. Panen raya, pembangunan gudang pangan, serta penguatan sistem distribusi disebut bukan hanya agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya besar membangun kemandirian pangan Indonesia secara berkelanjutan. @yudi







