IndonesiaBuzz: Boyolali, 22 Desember 2025 – Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto memimpin apel gabungan yang dilanjutkan dengan simulasi tanggap bencana erupsi Gunung Merapi di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Senin (22/12/25). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan serta penguatan sinergitas lintas sektor dalam menghadapi potensi ancaman erupsi Merapi.
Apel gabungan tersebut melibatkan personel Polres Boyolali, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Satpol PP, tenaga kesehatan, relawan kebencanaan, serta unsur pemerintah desa setempat. Seluruh unsur hadir untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan pola tindak dalam menghadapi situasi darurat bencana.
Simulasi tanggap bencana diawali dari salah satu desa tertinggi yang berada paling dekat dengan puncak Gunung Merapi, dengan jarak sekitar dua kilometer dari kawah. Dalam skenario yang disimulasikan, aparat gabungan melakukan evakuasi warga Dukuh Stabelan, wilayah yang masuk kategori paling rawan terdampak erupsi.
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi. Tahapan dimulai dari penyampaian peringatan dini kepada masyarakat, pengamanan jalur evakuasi, hingga pemindahan warga ke titik aman yang telah ditetapkan. Aparat juga mempraktikkan penanganan terhadap kelompok rentan, seperti lansia dan anak-anak, serta simulasi penanganan korban terdampak erupsi.
Dalam arahannya, Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto menegaskan bahwa kesiapan personel, kecepatan dan ketepatan bertindak, serta soliditas antarinstansi menjadi kunci utama dalam penanggulangan bencana alam. Ia menekankan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas tertinggi dalam setiap tahapan penanganan bencana.
“Melalui simulasi ini, kita ingin memastikan seluruh unsur memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, sehingga saat terjadi bencana yang sebenarnya, kita sudah siap bergerak cepat dan terkoordinasi,” tegasnya.
Melalui kegiatan apel gabungan dan simulasi tanggap bencana ini, diharapkan seluruh pihak terkait semakin siap menghadapi kemungkinan terjadinya erupsi Gunung Merapi. Dengan kesiapsiagaan yang matang, risiko dan dampak bencana diharapkan dapat diminimalkan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. (Bagas Andriana /Koresponden Boyolali)







