IndonesiaBuzz: Ekonomi dan Bisnis – Di tengah sejuknya Pegunungan Wonosalam, tumbuh subur varietas kopi langka Excelsa yang kini jadi sorotan dunia. Kopi yang jarang dibudidayakan ini berhasil menembus pasar Eropa berkat inovasi pengolahan fermentasi yang dilakukan pengusaha lokal, Agus Abdullah.
Sejak 2021, Agus serius mengembangkan Kopi Excelsa Wonosalam dengan dua metode fermentasi utama: anaerob dan mosto. Keduanya menghasilkan karakter rasa kompleks dengan aroma buah alami yang kuat.
“Kopi Excelsa punya potensi rasa luar biasa. Dengan fermentasi, kita bisa mendapatkan karakter apel hijau, stroberi, hingga madu tanpa tambahan perasa apa pun,” ujar Agus Abdullah (Mengutip dari detikJatim) Selasa (8/10/25).
Fermentasi anaerob dilakukan dengan menyimpan biji kopi dalam wadah tertutup tanpa oksigen selama 5–7 hari. Sementara fermentasi mosto menggunakan cairan hasil fermentasi sebelumnya sebagai media perendaman, menghasilkan rasa manis menyerupai madu dengan aroma buah yang khas.
Setelah proses fermentasi, biji kopi dijemur secara alami selama 2–3 minggu. Semua tahap dilakukan manual untuk menjaga kualitas terbaik. Hasilnya, kopi Excelsa dari Wonosalam menghadirkan cita rasa apel hijau, stroberi, hingga madu dengan aftertaste bersih dan manis alami.
Ketekunan Agus berbuah manis. Produk Kopi Excelsa Wonosalam meraih juara nasional pada 2023 dan kini telah diekspor ke Belarus, setelah sebelumnya menjajaki pasar Ukraina.
Namun, tantangan masih ada di kapasitas produksi. Dalam sekali pengiriman, Agus hanya mampu mengekspor 2–4 ton kopi, jauh di bawah permintaan pasar yang terus meningkat.
“Kami masih terbatas secara alat dan cuaca. Tapi semangatnya tetap sama: membawa kopi Wonosalam ke dunia,” tegas Agus.
Keberhasilan ini menunjukkan, produk lokal Indonesia mampu bersaing di pasar global jika diolah dengan inovasi dan konsistensi.
“Kopi Excelsa ini beda dari yang lain. Saya bisa merasakan rasa apel, stroberi, dan madu tanpa perlu gula tambahan,” kata salah satu pelanggan setia.
Kopi Excelsa Wonosalam kini tak sekadar minuman, tapi simbol harmoni antara alam, ilmu, dan tangan-tangan terampil petani desa yang membawa harum Indonesia ke mancanegara. @teguh







